Sabtu, 23 Januari 2021

Seblak: Savory and Spicy Indonesian Street Food

Hello travel buddy? What’s up?

On this occasion I will discuss one of the street food from Indonesia, a country in Southeast Asia. What’s that food? Voila “seblak!” Does the name sound familiar? So what exactly is this food, how does it look and taste? Ok, let's discuss it right away, keep reading until the end.

So, seblak is a typical food of West Java, Indonesia, to be precise seblak is a culinary specialty of Bandung. The name seblak itself refers to the name of the spice used, namely “kencur.” The process of making this food is quite easy with the main ingredients being crackers (kerupuk) with the addition of a variety of toppings, such as eggs, sausage, macaroni, noodles, vegetables, chicken, and many more. Seblak is a food with a spicy and savory taste.

Over time, seblak which was originally only street food. Now, become a class because it has been served in various restaurants and cafes. If you have the opportunity to visit Indonesia, it’s not difficult to find this food, starting on the side of the road as street food to food court, both restaurants and cafes. However, if you have never had the opportunity to eat this delicious culinary delicacy, then don't be discouraged because this article will give you a way to make seblak, so watch carefully!

Disclaimer: there are many types of seblak, this time will only discuss how to make seblak noodle soup with several toppings.

Prep time: 10 minutes

Cooking time: 10 minutes

Total time: 20 minutes

Ingredients

- 1 instant noodle

- 2 eggs

- 2 sausages

- orange crackers (kerupuk oranye)

- macaroni

- Leeks and mustard greens

- 1 red onion

- 1 garlic

- 7 red chilies

- a pinch of kencur

- 1 small sachet of tomato sauce

- sugar, salt, flavoring

- 1.5-2 cups of water

How to cook:

1. Firstly, prepare the cooking utensils.

2. Fry the eggs, stirring frequently.

3. Puree shallots, garlic, kencur, and chilies.

4. saute ground spices.

5. Bring 2 cups of water to a boil, add sauce, sugar, salt, and flavorings

6. After the water thickens, give the crackers (kerupuk) and macaroni that have been soaked in hot water and meatballs, then correct the taste.

7. Insert the noodles after a while.

8. Remove and serve while warm.

 


Voila… it's very easy right! So what are you waiting for, let’s try. Give your comments about this delicious and savory dish. 😋


Baca Selengkapnya

Rabu, 06 Januari 2021

Ragam Warna Warni Jodipan dan Tridi Malang

Happy new year sobat travel…Meskipun situasi saat ini belum pulih dari pandemi covid-19, tetapi tulisan ini akan sedikit memberikan penyegaran dengan mengulas tentang salah satu pesona objek wisata di kota Malang yang sudah lama terkenal, yup apalagi kalau bukan Kampung Jodipan.

Beragam warna; merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, menghiasi tiap sudut kampung Jodipan, sebuah kampung yang dijuluki sebagai “Kampung Warna Warni”. Terletak di kota Malang, gaung pesona warna-warni kampung indah ini sudah terdengar mungkin ke seluruh negeri. Ragam warna-warni Jodipan telah sanggup menarik para wisatawan untuk menyambangi pesonanya. Lalu, ada apa saja di kampung penuh warna ini? Simak ulasan ini hingga akhir yaaa

1. Terletak di pusat kota Malang membuat kampung warna-warni mudah untuk didatangi



Kampung warna-warni terletak di Jodipan, kecamatan Blimbing, Kota Malang jaraknya kurang lebih 500 meter dari Stasiun Malang membuat sobat travel yang datang ke Malang menggunakan kereta bisa langsung ke sini hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 hingga 10 menit. Kampung ini pun dapat terlihat dari atas rel kereta saat akan sampai di stasiun Malang. Warni-warni cat perumahan warga yang disulap menjadi karya yang indah juga membuat kita mudah untuk menemui objek wisata ini. Selain itu, tarif masuknya pun hanya berkisar Rp3000 saja loh, murah kan! Dengan harga segitu kita dapat berjalan menelusuri dunia berbeda yang penuh ragam warna.

2. Menelusuri lorong payung warna-warni


Ada banyak spot menarik yang bisa ditelusuri di kampung ini, salah satunya lorong payung. Ya seperti namanya, dari mulai jalanan, tembok, hingga atap rumah warga dicat dengan beragam warna dan begitu juga beranda serta lorong rumah yang dihiasi bermacam-macam karya seni maupun benda lainnya. Kita akan menemui beragam hiasan, payung-payung gantung dengan motif yang beraneka ragam, dan beberapa spot instagramable lainnya. Jangan lewatkan untuk berswafoto sambil berteduh di lorong payung-payung gantung dengan latar belakang tembok bercat warna-warni yang cantik sekali.

3. Jangan lewatkan berfoto di lorong topeng


Selain lorong payung, terdapat juga lorong yang dihiasi dengan berbagai topeng malangan yang digantung menggunakan tali. Kita bisa mengambil foto sambil bergaya dengan topeng ini dengan latar yang juga berwarna-warni. Oiya, tembok di kampung ini tidak hanya dicat berwarna-warni saja, tetapi juga digambar dengan berbagai karakter abstrak, pemandangan, dan lainnya sehingga menambah keindahan pemandangan di sini. Dengan demikian, latar tembok tersebut bisa digunakan sebagai latar foto agar tampak makin menarik. Ada juga beragam spot yang dibuat oleh pengelola, seperti spot foto berbentuk hati, sayap, karangan bunga, dan masih banyak lagi.

4. Jembatan kaca yang menghubungkan KWJ dengan Kampung tridi


Struktur tanah perumahan di Kampung warna-warni ini terletak secara berundak sehingga banyak ditemui tangga-tangga yang juga dicat warna-warni. Dengan demikian, kita bisa melihat pemandangan perkampungan indah ini ketika berada di letak yang lebih tinggi. Kampung warna warni Jodipan juga terletak di seberang sungai Brantas sehingga kita bisa melihat pemandangan di sungai yang membelah KWJ dengan kampung tridi. Nah, kedua kampung ini dihubungkan dengan jembatan kaca. Dinamakan jembatan kaca karena lantainya terbuat dari kaca sehingga kita bisa melihat secara transparan aliran sungai Brantas di bawah jembatan ini. Jangan lupa mengabadikan momen di jembatan kaca karena latar belakang foto akan sangat menarik, yakni berupa warna-warni perumahan warga.

5. Menyambangi Kampung tridi


Setelah menyebrangi jembatan kaca, maka kita akan tiba di kampung tridi, sebuah kampung tematik lain di seberang kampung warna-warni Jodipan. Untuk tiket masuknya sama saja sebesar Rp3000, kita akan mendapatkan souvenir berupa gantungan kunci karya warga setempat dengan hiasan yang lucu. Kampung tridi tak jauh beda dengan kampung warna-warni yang dihiasi beragam warna cat di setiap sudutnya. Namun, perbedaannya adalah di kampung tridi lebih banyak spot lukisan tiga dimensi yang sangat menarik. Kita bisa mempermainkan angle atau sudut pandang dalam pengambilan foto agar lebih hidup. Kampung tridi memiliki banyak lukisan tridi yang terbagi menjadi berbagai tema, dari mulai karakter kartun, film, pemandangan, dan masih banyak lagi.

6. Beragam fasilitas di KWJ dan Kampung tridi


Pada dasarnya kedua objek wisata ini merupakan perumahan warga yang disulap menjadi kampung tematik warna-warni sehingga fasilitas di sini pun cukup lengkap. Pengunjung tidak perlu khawatir jika membawa kendaraan karena tersedia lahan parkir, terdapat juga tempat ibadah, tempat makan maupun jajanan dengan harga yang terbilang murah, dan terdapat juga gazebo untuk sekadar berteduh dan mengcharge hp kita. Oiya, karena perumahan ini cukup luas dan jalannya pun berundak, maka pastikan untuk memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman agar tidak kelelahan. Objek wisata ini beroperasi dari pagi sekitar jam 8 hingga sekitar jam 6 sore, jadi buat sobat travel yang ingin ke sana rencanakan jam kunjungan kalian yaaa. Kalau kalian lelah saat menelusuri keunikan kedua kampung tematik ini, jangan lupa cobain minum jus ini, enak dan murah!

7. Tunggu apa lagi? Ayo telusuri ragam warna-warni tridi Jodipan!


Meskipun sedang situasi pandemi, kabarnya KWJ dan kampung tridi sudah beroperasi kembali loh. Pastinya jika kalian ingin ke sana jangan lupa patuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Siapkan kamera dan peralatan lainnya untuk mengabadikan keindahan ragam warna warni Jodipan dan kampung tridi. Jangan lupakan tiap spot menarik di setiap sudut KWJ dan tridi ya. Ragam warna-warni yang sanggup menarik wisatawan akan membuat kita seolah berada di dunia yang berbeda, walaupun tempat ini hanya perkampungan warga biasa. Tertarik? coba buktikan sendiri sensasinya! Apakah sobat travel berencana ke sana? Atau kalian sudah pernah ke sana? Coba ceritakan di kolom komentar yaaa😊

Baca Selengkapnya