Sabtu, 27 Juli 2019

Tradisi Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa terdapat tradisi unik yaitu azan pitu atau yang dalam bahasa Indonesia berarti azan tujuh. Azan pitu adalah tradisi mengumandangkan azan oleh tujuh orang muazin secara bersamaan. Mengapa di masjid ini azan harus dikumandangkan oleh tujuh orang? Jadi, ada banyak versi alasan dibalik dikumandangkannya azan oleh tujuh orang muazin di masjid ini. Versi yang pertama yang saya tahu dan yang beredar di masyarakat adalah pada zaman dulu terjadi wabah penyakit yang menyerang masyarakat Cirebon sampai menyebabkan meninggal dunia. Nyimas Pakungwati yang merupakan istri Sunan Gunung Jati juga terserang wabah penyakit ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghilangkan wabah penyakit tersebut, tetapi tidak membuahkan hasil. Kemudian Sunan Gunung Jati mendapatkan petunjuk dari Sang Pencipta tentang cara menghilangkan wabah tersebut yaitu dengan mengumandangkan azan oleh tujuh orang muazin. Sejak saat itu wabah penyakit tersebut menghilang dan akhirnya tradisi azan pitu tetap dilestarikan.  
Versi yang kedua adalah konon katanya zaman dahulu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa ada jin yang menungguinya, jin itu merupakan jin jahat yang bernama Menjangan Wulung. Menjangan Wulung memiliki kekuatan yang bersemayam di kubah Masjid Agung Sang Cipta Rasa, jin tersebut membuat warga resah karena jin ini membunuh siapa saja yang ingin sholat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Oleh karena itu, Sunan Gunung Jati berikhtiar mencoba mengalahkan Menjangan Wulung dengan cara menugaskan seseorang untuk mengumandangkan azan, namun karena Menjangan Wulung merupakan jin yang sangat sakti sehingga tidak mudah dikalahkan dan sang muazin terbunuh. Tidak menyerah sampai situ, upaya untuk mengalahkan Menjangan Wulung terus dilakukan hingga sang Sunan menugaskan tujuh orang muazin untuk mengumandangkan azan, akhirnya terdengarlah letusan yang sangat keras yang menghempaskan kubah masjid ke angkasa sekaligus membunuh Menjangan Wulung. Nah, kisah tersebut diyakini menjadi penyebab kenapa Masjid Agung Sang Cipta Rasa tidak memiliki kubah dan masyarakat meyakini bahwa kubah masjid tersebut jatuh diwilayah Banten. Sejak saat itu, azan pitu selalu dikumandangkan setiap waktu sholat tiba.
Saat ini tradisi azan pitu masih dilestarikan, namun pada saat ini azan pitu hanya dikumandangkan pada waktu sholat jumat tiba. Tujuh orang muazin yang ditugaskan mengumandangkan azan merupakan orang-orang pilihan yaitu keluarga yang secara turun-temurun ditugaskan oleh Sultan untuk mengurus Masjid Sang Cipta Rasa. Nah itu merupakan sejarah singkat asal usul Azan Pitu, terlepas dari benar atau tidaknya asal-usul tradisi unik tersebut semoga kita tetap bisa menghargai tradisi yang ada dan bisa belajar banyak hal dari sejarah.


sumber gambar: https://fakta.news/berita/azan-pitu-tradisi-unik
Baca Selengkapnya

Masjid Unik di Cirebon: Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah Masjid yang diklaim sebagai salah satu yang tertua di Cirebon. Dibangun pada  1480 M oleh Sunan Gunung Jati yang merupakan tahun di mana Islam di tanah Jawa sedang berkembang. Masjid ini terletak di komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, sebelah barat alun-alun keraton Kasepuhan, tepatnya berlokasi di Jalan Keraton Kasepuhan 43, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon.
Masjid Sang Cipta Rasa merupakan masjid yang memiliki banyak keunikan, mengapa begitu? Karena masjid ini memiliki sejarah yang panjang dan ada tradisi yang unik loh di masjid ini, yaitu tradisi azan pitu. Dari namanya saja sudah unik, ya nama masjid ini tidak seperti nama-nama masjid kebanyakan yang biasanya bernuansa islami. Masjid Sang Cipta Rasa terdiri dari tiga kata, sang berarti keagungan, cipta berarti dibangun, dan rasa yang berarti digunakan. Secara kesuluruhan Sang Cipta Rasa bermakna bangunan yang agung.
Arsitektur masjid ini adalah Sunan Kalijaga dan Raden Sepat yang ditunjuk oleh Sunan Gunung Jati. Gaya arsitektur masjid ini perpaduan antara gaya jawa dan hindu majapahit yang bisa kita lihat seperti pada gapura, atap, dan berbagai ukiran-ukiran unik di dalamnya. Masjid ini terdiri dari beranda dan ruangan utama, di mana dari beranda masjid ke ruangan utama terdapat sembilan pintu yang melambangkan Wali Songo. Di bagian mihrab terdapat tiga buah ubin yang dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga. Tiga buah ubin tersebut melambangkan tiga pokok ajaran agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.

Jadi, teman-teman jika punya kesempatan berkunjung ke Cirebon, jangan melewati kunjungan ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa ya! Selain bisa berwisata religi, kita juga bisa belajar banyak hal dari sebuah bangunan masjid bersejarah ini. 

Baca Selengkapnya

Jumat, 26 Juli 2019

Nasi Lengko H. Barno: Salah Satu Kuliner Autentik Cirebon

Ada banyak makanan khas Cirebon yang wajib dicicipi ketika kamu berkunjung ke Cirebon, seperti nasi Jamblang, tahu gejrot, empal gentong, nasi lengko, dan lain-lain. Pada kesempatan kali ini aku akan membahas tentang nasi lengko khas Cirebon. Bagi kamu yang belum pernah mencoba atau mendengar makanan ini mungkin terdengar asing bukan? Jadi, nasi lengko adalah makanan khas Cirebon (pada umumnya masyarakat Pantai Utara) yang terdiri atas nasi dengan lauk dari bahan-bahan nabati seperti tempe goreng, tahu goreng, irisan mentimun, taoge yang direbus, potongan kucai, taburan bawang goreng, lalu bahan-bahan tersebut disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis khas Cirebon, tak lupa juga dilengkapi dengan kerupuk aci putih.

Secara etimologi, nasi lengko berasal dari kata langka yang berarti jarang atau tidak ada, maksudnya dalam penggunaan bahan-bahan lauk nasi ini tidak banyak dan berasal dari non-hewani. Melihat lauk-pauk yang ada pada menu ini, maka nasi lengko sangat cocok disantap oleh vegetarian. Ada kalanya ketika menyantap nasi lengko dilengkapi juga dengan sate kambing yang disajikan di piring berbeda.
Salah satu nasi lengko yang terkenal di Cirebon adalah nasi lengko H. Barno yang sudah berdiri sejak 1968 dan memiliki banyak cabang di beberapa sudut kota Cirebon. Tempat yang aku kunjungi adalah Nasi Lengko H, Barno yang terletak di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo kota Cirebon. Di tempat makan ini tidak hanya menyajikan menu nasi lengko, ada menu sate kambing dan empal gentong yang juga makanan khas Cirebon. Meskipun menu nasi lengko sangat sederhana, untuk soal rasa tidak perlu diragukan lagi nasi lengko di sini juaranya. Kamu juga tidak perlu mengeluarkan kocek yang tinggi karena harga nasi lengko terbilang cukup murah, hanya dengan Rp13.000 kamu sudah bisa mencicipi satu porsi nasi lengko dan Rp10.000 untuk setengah porsinya. Untuk menu lainnya juga tidak begitu mahal, harganya cukup terjangkau dengan rasa yang istimewa. Jadi tunggu apa lagi? ayo datang dan nikmati wisata kuliner yang satu ini!



Baca Selengkapnya

BT Batik Trusmi: Ikon Wisata Batik Cirebon

Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang eksistensinya perlu kita jaga agar tetap bisa bertahan dan semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Keeksistensian batik telah diperkukuh oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada Oktober 2009. Dalam hal itu, batik Indonesia telah diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan NonBendawi (Masterpieces of The Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Sebagai generasi muda penerus bangsa sudah sepantasnya kita melestarikan warisan budaya bangsa kita agar keberadaannya tetap terjaga di tengah arus globalisasi dan modernisasi saat ini. Banyak sekali upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka melestarikan batik Indonesia agar keberadaannya tetap terjaga dan dikenal oleh khalayak umum, di antaranya adalah bisa dengan mempelajari cara membuat batik, menggunakan produk batik, dan mempromosikan batik.
Salah satu pelaku industri kreatif batik terbesar di Indonesia adalah BT Batik Trusmi. BT Batik Trusmi merupakan toko batik berkonsep department store pertama di Indonesia yang menjual berbagai macam produk batik dari pengrajin batik tradisional di Desa Trusmi. Letak BT Batik Trusmi berada Jalan Syekh Datul Kahfi No. 148, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Aksesnya mudah dijangkau yaitu sekitar 15 menit dari Kota Cirebon ke arah Bandung, dari perempatan Plered belok ke kanan terdapat gapura bertuliskan “Kawasan Batik Trusmi”.


BT Batik Trusmi memiliki tag line “BTAlways Batik” yang terdengar menarik dan eye catching. Jika mengunjungi showroom BT Batik Trusmi kita akan dibuat kagum karena "toko" batik berkonsep department store itu sangat luas, besar, dan nyaman. Maka wajar saja, store BT Batik Trusmi selalu ramai dikunjungi para wisatawan. BT Batik Trusmi bukan hanya menjual kain batik produk asli dari pengrajin batik tradisional, tetapi terdapat produk-produk lain dari batik seperti baju, pernak-pernik dari batik, aksesoris batik, dan tak lupa juga berbagai macam oleh-oleh khas Cirebon, seperti kerupuk melarat, sirup tjampolay, terasi, kerupuk udang, dan masih banyak lagi. Oiya, di showroom BT Batik Trusmi ini memiliki interior yang instragamable loh, kita bisa mengambil foto dengan latar belakang batik mega mendung dan lukisan-lukisan lainnya yang sangat menarik.

Setelah puas berbelanja, di komplek BT Batik Trusmi terdapat restoran dengan nama Batik Kitchen yang mana di sini kita bisa menikmati berbagai jenis makanan khas Cirebon, seperti empal gentong, nasi lengko, nasi jamblang, tahu gejrot, dan masih banyak lagi. Selain bisa berbelanja batik dan menikmati makanan khas Cirebon, di BT Batik Trusmi juga kita bisa belajar bagaimana cara membatik. Wah menarik sekali ya mengunjungi BT Batik Trusmi, selain bisa berwisata belanja, kita juga bisa berwisata edukasi.
Batik tentu saja memiliki potensi wisata yang sangat tinggi karena sebagai warisan budaya bangsa, batik perlu dikenal secara langsung oleh wisatawan dari mulai cara membuatnya sampai dengan hasil produknya. Oleh karena itu dengan membentuk wisata batik adalah salah satu ajang promosi batik. Salah satunya di kampung batik Cirebon, BT Batik Trusmi yang berhasil menjadi ikon wisata Cirebon yang terkenal. Untuk meningkatkan pariwisata batik agar semakin dikenal tentu saja membutuhkan kontribusi banyak pihak, dari mulai diri kita sendiri, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata meluncurkan brand wisata baru yang bernama Pesona Indonesia yang bermakna bahwa Indonesia memiliki potensi wisata yang kaya dan memesona, mulai dari tempat wisata hingga produk budaya, yaitu batik.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bangga dengan warisan budaya bangsa kita sendiri. Kontribusi kita dalam menjaga dan melestarikan batik merupakan implementasi kebanggaan kita terhadap warisan budaya bangsa. Salah satu contohnya ketika kita sering memakai produk batik dan mempromosikan wisata batik berarti kita berperan serta dalam mendukung eksistensi produk lokal bangsa kita dan dengan begitu kita bisa mendorong roda perekonomian lokal sehingga masyarakat Indonesia semakin sejahtera. Oleh karena itu mulai sekarang marilah kita bangga berbatik! 


Baca Selengkapnya