Sabtu, 27 Februari 2021

Pilihan Cantikmu Berkontribusi Lindungi Bumi dan Meningkatkan Ekonomi

 



Akhir-akhir ini tren self-love marak digaungkan di media sosial oleh warganet. Tren ini timbul karena adanya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental yang menjadi topik hangat dan menarik untuk dibahas. Lalu, sebenarnya apa itu self-love dan apa manifestasinya?

Melansir dari Psychology Today, self-love adalah istilah umum yang merujuk pada tindakan cinta yang kita lakukan terhadap diri sendiri, baik secara fisik maupun non-fisik, sehingga membuat kita bisa menerima dan memperlakukan diri sendiri dengan baik. Proses self-love melibatkan empat aspek, yaitu self-awareness, self-worth, self-esteem, dan self-care. Untuk kasus yang terakhir, yaitu self-care merupakan aspek fisik yang tercermin dari cara kita menjaga kesehatan diri, mengatur pola makan, dan merawat diri.

Dalam kasus merawat diri, saat ini banyak orang Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya skincare, bukan sekadar memakai kosmetik sebagai riasan yang sifatnya dekoratif semata, tetapi juga bagaimana agar bisa memiliki kulit sehat, terawat, dan terjaga. Produk-produk skincare pun menjamur di pasaran dengan berbagai merek dan klaim beragam memberi solusi atas sejuta masalah kulit. Namun, apakah kamu sudah mengenali bahan-bahan atau kandungan dari produk kecantikan dan skincare yang kamu gunakan?

Ironisnya, bahan-bahan kosmetik dan atau skincare yang beredar di pasaran mayoritas mengandung bahan kimia berbahaya yang berdampak buruk bagi tubuh dan lingkungan. Mengapa begitu? Karena kandungan kimia dalam produk-produk tersebut sulit terurai, bersifat karsinogenik, dan bersifat toksik bagi makhluk hidup lain. Yuk kenali bahan kimia berbahaya yang sering ditemukan di produk skincare dan kecantikan melalui gambar di bawah ini.


Mungkin kamu akan berpikir bahwa ini terdengar sangat kontradiktif karena di satu sisi produk skincare memberikan efek meningkatkan kecantikan, tetapi di lain sisi kandungannya berbahaya dan merugikan kita semua. Ya, memang inilah faktanya. Kandungan kimia berbahaya yang sering ditemukan pada produk kecantikan dan skincare berkontribusi signifikan dalam membuat ekosistem menjadi buruk dan berisiko pada kesehatan tubuh. Dampak jangka panjangnya adalah berpengaruh pada perubahan iklim.

Lalu tindakan preventif apa yang bisa kita lakukan, mengingat bahwa tidak semua dari kita punya pengetahuan yang cukup terhadap bahan kimia tersebut. Hal pertama dan paling mudah yang bisa dilakukan adalah teliti. Jangan malas untuk membaca label kandungan produk kecantikan dan skincare yang akan kita beli. Teliti terlebih dahulu apakah ada bahan-bahan kimia berbahaya seperti yang telah disebutkan di atas. Pada dasarnya memang produk kecantikan banyak yang mengandung bahan kimia, tapi apakah brand tertentu transparan terhadap kandungan yang mereka pakai dalam produknya? Sangat sulit untuk percaya, sehingga kita sebagai konsumen harus lebih cerdas karena bagaimanapun apa yang akan kita konsumsi akan diserap oleh kulit dan tubuh. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan tubuh dan lingkungan juga. Jangan sampai wujud self-care yang kita lakukan justru menjadi bumerang bagi diri dan lingkungan. Selain itu, kita juga bisa mempertimbangkan penggunaan produk merek alami/organik yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kandungan yang ampuh.

Tahukah kamu bahwa Indonesia memiliki segudang komoditas lokal dan sumber daya alam melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk produk kecantikan dan skincare. Hal ini bisa menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan oleh industri kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Apa saja komoditas lokal yang bisa dimanfatkan dan dikembangkan untuk sektor industri kecantikan?

Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) adalah tanaman asli Afrika Barat yang dibawa ke Asia Tenggara pada Abad ke-19. Kelapa sawit tumbuh subur di daerah tropis sehingga banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Kelapa sawit menghasilkan buah, kemudian dari buah inilah yang akan menghasilkan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang mengandung lemak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, dan beta-karoten. Kandungan baik ini membuatnya kaya akan segudang manfaat dan ditemukan di beragam produk, dari mulai produk makanan, bahan bakar, hingga digunakan untuk produk kecantikan. Oleh karena itu, minyak kelapa sawit merupakan komoditas lokal yang potensial, khususnya sebagai bahan alami (natural) dalam formulasi produk kecantikan.

Data dari Cosmetics design-Europe.com, minyak kelapa sawit ditemukan hampir di 70% produk kosmetik dan hasilnya jauh lebih baik daripada menggunakan tanaman lain. Lalu, sebenarnya kandungan baik apa saja dalam minyak sawit sehingga banyak produk kecantikan memilihnya sebagai formulasi yang tepat?

Mengutip dari laporan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) melalui Warta Ekonomi, minyak sawit banyak digunakan dalam produk kosmetik, baik skincare maupun make up, karena bersifat melembabkan dan memberikan tekstur yang diinginkan. PASPI juga menegaskan bahwa minyak sawit dan produk turunannya aman digunakan dalam produk kosmetik dan personal care yang diperkukuh oleh penilaian dari The Cosmetic Ingredient Review (CIR) Expert Panel. Dalam laporannya, PASPI menjelaskan bahwa minyak sawit pada produk skincare memiliki tiga fungsi, yaitu emulsifiers, thickener, dan surfactant.

Fungsi pertama, emulsifiers berarti minyak sawit berfungsi sebagai pencampur antara bahan air dan minyak. Hydrating agent dan moisturizing agent pada moisturizer tidak akan menyatu tanpa emulsifier. Fungsi kedua, thickener berfungsi memperbaiki konsistensi formula yang terlalu cair seperti glycerine dan stearic acid. Fungsi ketiga, surfactant yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan air yang berperan sebagai cleansing agent yang dapat mengangkat kotoran sehingga lebih mudah dibersihkan. Selain ketiga fungsi tersebut, minyak sawit juga kaya akan beta-karoten (pro-vitamin A) dan vitamin E yang mengandung zat antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.



Keeksotikan kelapa sawit membuat ekspansi sawit kian masif dilakukan sehingga menimbulkan terjadinya alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Pembalakan hutan pun dilakukan terus-menerus sehingga terjadi deforestasi. Berdasarkan riset yang tertuang dalam jurnal Enviromental Research Letters (Februari 2019) via Madani Berkelanjutan, menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan sawit dalam kurun waktu 2001-2016 menyebabkan hilangnya 23% tutupan hutan Indonesia. Hal ini berarti Indonesia kehilangan hutan hampir seluas 4 kali lapangan bola setiap 10 menit karena ekspansi perkebunan sawit tersebut. Sangat mengejutkan bukan?

Ekspansi perkebunan sawit yang tidak terkendali dan tidak berkelanjutan ini menimbulkan beragam masalah lingkungan dan sosial. Selain mengancam hutan, hal tersebut juga mengancam habitat satwa liar. Melansir dari WWF, satwa liar yang terancam punah akibat pembalakan hutan yang begitu masif adalah orangutan, gajah Sumatera, gajah kerdil Kalimantan, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Produksi minyak sawit yang terus-menerus mengakibatkan habitat mereka terancam dan tak jarang satwa-satwa tersebut sengaja dibunuh saat pembalakan hutan, sungguh mengenaskan bukan? Kemudian, tak jarang perusahaan melakukan pembukaan lahan dengan praktik land clearing yang menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga terjadi bencana kabut asap yang mencemari udara.



Lalu apa solusinya? Jangan sampai komoditas lokal unggulan ini jadi kambing hitam di negeri sendiri, potensinya yang luar biasa harus bisa dimanfaatkan dengan bijaksana tanpa mengganggu lingkungan, mengancam satwa liar, dan menghilangkan keanekaragaman hayati. Hal yang bisa kita lakukan sebagai konsumen adalah memilih produk yang sudah ada label RSPO (Rountable on Suistainable Palm Oil) untuk memastikan bahwa kita membeli produk yang dibuat dengan minyak sawit berkelanjutan. Apa maksudnya minya sawit berkelanjutan? Jadi, minyak sawit berkelanjutan adalah produk minyak sawit yang diproduksi dengan menaati kebijakan yang menjanjikan nihil deforestasi, nihil pengembangan gambut, dan nihil eksploitasi (NDPE). Selain kita harus jeli memilih produk minyak sawit yang sudah berlabel RSPO, kita juga bisa melakukan riset terhadap merek-merek yang mendukung program berkelanjutan, bisa lihat dan klik panduan WWF berikut ini sebagai referensi saat membeli produk.



Adakah produk skincare berbahan dasar kelapa sawit yang sudah beredar, bersertifikasi halal, dan tentunya aman tanpa bahan kimia berbahaya? Jawabannya tentu ada! Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah meluncurkan produk skincare dengan formula minyak sawit pada tahun 2016. Merek dagang skincare tersebut bernama Guineensis dan telah terdapat enam produk skincare yang sudah dipasarkan, di antaranya adalah organic liquid facial wash, brightening day cream dan brightening night cream, anti-aging day cream dan anti-aging night cream, hand and body lotion. Bahan baku produk skincare keluaran Guineensis adalah olein merah kelapa sawit yang kaya akan kandungan karotenoid (provitamin A) dan Vitamin E. Keunggulan lainnya adalah produk Guineensis telah bersertifikat halal dan dapat digunakan oleh semua kalangan, serta aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui. Produk Guineensis telah dipasarkan secara offline dan online melalui beberapa market place dan akun official Instagram @guineensis_Indonesia. Apakah kamu penasaran dengan produk-produk Guineensis? Jika iya, langsung saja kepoin mereka dan coba produknya.

Madu

Selain kelapa sawit, tentu Indonesia memiliki komoditas lokal lainnya untuk produk kecantikan yang bersifat natural dan aman, salah satunya madu. Banyak sekali budidaya lebah madu yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Budidaya lebah madu memberikan keuntungan karena selain menghasilkan madu juga mampu menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal ini disebabkan oleh upaya yang dilakukan dalam beternak lebah madu adalah menanam sayur-sayuran dan tanaman berbunga yang akan membantu proses penyerbukan. Dengan demikian, budidaya madu berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Selain bisa dimakan dan bermanfaat untuk kesehatan, madu pun memiliki segudang manfaat untuk kecantikan. Madu merupakan bahan ajaib dan bersifat antiseptik alami yang diperlukan oleh kulit. Oleh karena itu, tak heran jika kita sering menemukan kandungan madu pada berbagai produk kecantikan, dari mulai masker wajah, sampo, lotion, lip balm, dan masih banyak lagi. Menurut Mona Gohara, MD, profesor klinis di Yale Department of Dermatology, madu memiliki khasiat penyembuhan alami, khususnya untuk penyembuhan luka. Ia menambahkan bahwa madu dapat meningkatkan kolagen dan menjadi anti-aging yang luar biasa. Namun perlu dicatat ya, kita tidak bisa sembarangan menggunakan semua jenis madu yang beredar di pasaran untuk kecantikan. Madu terbaik yang bisa digunakan untuk skincare adalah madu mentah yang tidak dipasteurisasi dan madu gelap (semakin gelap madu, semakin tinggi jumlah antioksidan dan lebih baik untuk kecantikan). Melalui gambar di bawah ini, kita bisa melihat bagaimana madu bisa digunakan dalam rangkaian skincare routine kita, yuk dicoba!



Kita bisa melihat bahwa Indonesia memiliki beragam komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan dalam produk kecantikan. Selain kelapa sawit dan madu yang dipaparkan dalam tulisan ini, masih banyak lagi komoditas lain yang punya potensi untuk dikembangkan, seperti kopi, teh, pegagan, minyak tengkawang, dan masih banyak lagi. Ada banyak kelompok komunitas dan unit Usaha Kecil dan Menengah di berbagai penjuru Indonesia yang memproduksi komoditas lokal dan memperkenalkan bahwa hasil hutan bukan hanya kayu saja, tetapi juga menghasilkan beragam komoditas, dari mulai buah, sayur, biji-bijian, dan lain-lain. Ada banyak petani sawit, peternak lebah, dan sejenisnya yang berjuang menghasilkan komoditas lokal berkelanjutan. Ketika kita sebagai konsumen bisa membeli dan memanfaatkannya, maka kita berkontribusi dalam menyejahterahkan mereka. Pilihan cantik kita dapat memberdayakan mereka. Lingkungan terjaga, pun masyarakat sejahtera.

Dapat disimpulkan bahwa produk kecantikan dan skincare yang beredar di pasaran masih banyak yang mengandung bahan kimia berbahaya. Hal tersebut menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan dan berdampak buruk bagi lingkungan. Kita sebagai konsumen harus cerdas dalam memilih produk yang akan dibeli sehingga jangan sampai wujud self-love dan self-care yang kita lakukan justru menjadi katalisator terjadinya masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Alam Indonesia memberikan solusi dalam mengatasi hal ini terbukti dengan banyaknya komoditas lokal yang bisa dimanfaatkan dalam industri kecantikan. Namun, alam Indonesia masih belum dikelola secara lestari dan bahan alam masih diolah mentah tanpa membuatnya menjadi produk turunan. Ada banyak komunitas, lembaga, dan UMKM yang berupaya memanfaatkan komoditas lokal dengan bijaksana, menghasilkan produk turunan bernilai tinggi, dan produksinya aman. Kita semua bisa bekerja sama dalam hal memilih produk kecantikan dan skincare yang digunakan. Ketika kita memilih produk komoditas lokal berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ramah sosial, maka kita juga secara tidak langsung membantu melindungi bumi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera. 




51 komentar:

  1. Infonya menarik sekali! Kita memang harus teliti memilih produk-produk makeup dan skincare. Yuk hindari bahan-bahan kimia yang berbahaya, jadi sebelum beli cek dulu bahan-bahan produk tersebut. Kita juga bisa memilih untuk gunain produk lokal yang berasal dari komoditas lokal karena memang akan sangat membantu perekonomian.Tentunya nilai plus juga bagi brand yang ikut berkontribusi melindungi bumi dalam kegiatan produksi produk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak, setuju deh sama kamu 😊 terima kasih atas komentarnya ya😊

      Hapus
  2. Informasinya sangat menarik! Penjelasannya juga dapat diserap dengan baik. Sekarang ini marak dijual kosmetik dan skincare yang verifikasinya belum ada. Maka dari itu, kita memang perlu memilah merek barang kecantikan, khususnya skincare dengan baik. Tidak hanya baik untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan. Terima kasih sudah mau berbagi informasi yang bermanfaat 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Andhea, betul sekali. Semoga tulisan ini bisa menyadarkan dan memberi insight ya. Terima kasih komentarnya 😊

      Hapus
  3. Infonya sangat membantu sekali! Kita memang harus lebih teliti memilih produk-produk makeup dan skincare. Yuk hindari bahan-bahan kimia yang berbahaya, jadi sebelum beli cek dulu bahan-bahan produk tersebut. Kita juga bisa memilih untuk gunain produk lokal yang berasal dari komoditas lokal karena memang akan sangat membantu perekonomian.Tentunya nilai plus juga bagi brand yang ikut berkontribusi melindungi bumi dalam kegiatan produksi produk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak, aku setuju banget sama pernyataan kamu 😊 semoga semakin banyak yg aware ya! Terima kasih atas komentarnya 😊

      Hapus
  4. Aku baru tauloh tentang ini, makasih banget ka infonya. Aku bakal lebih hati2 dalam memilih produk dan share jg ke yg lain��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak, senang rasanya bisa berbagi & makasih juga mau share tulisan ini 😊

      Hapus
  5. Sangat informatif untuk membantu konsumen skincare di Indonesia agar lebih teliti dalam memilih produk. Saat ini antusiasme masyarakat semakin tinggi terhadap konsumsi skincare yang memperlihatkan munculnya kesadaran mereka akan pentingnya merawat diri, namun akan lebih baik lagi agar hal tersebut bisa diimbangi dengan menggunakan produk-produk yang aman untuk dikonsumsi diri serta ramah lingkungan seperti yang sudah dipaparkan. Memang dibutuhkan kembali kesadaran diri masing-masing untuk itu, namun dengan semakin banyaknya edukasi seperti dalam tulisan ini saya optimis masyarakat Indonesia dapat lebih bijak dalam mengkonsumsi tidak hanya produk skincare, namun juga produk-produk lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Tiwi, iya kak betul sekali masih perlu banyak edukasi. Semoga dengan tulisan ini bisa memberi insight ya. Terima kasih komentarnya kak 😊

      Hapus
  6. ini hanyalah masalah bagi mereka-mereka yang terlahir tidak cantik 😝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak... Sebelumnya makasih ya sudah komen, tapi apakah kakak sudah membacanya sampai tuntas & menangkap isi artikel ini? 😊
      Melindungi bumi dan membantu meningkatkan perekonomian lokal berlaku bagi seluruh masyarakat, bukan hanya persoalan cantik atau tidak cantik saja.

      Hapus
  7. Wah, sangat informatif sekali tulisan ini. Semoga bisa berkontribusi untuk memberikan wawasan kepada banyak orang��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Rieska makasih ya atas komennya 😺 semoga bisa memberi sedikit wawasan 😺

      Hapus
  8. Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia menjadi target market bagi banyak perusahaan baik lokal maupun internasional, salah satunya dalam hal beauty-care.
    Informasi yang tertulis diatas dituangkan dalam bentuk tulisan yang apik, dan mengerucut, sehingga sangat mudah dipahami bagi para pembacanya.
    Terima kasih sudah memberikan insight yang mudah dicerna dan bermanfaat. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak makasih ya udah baca dan komen 😊 setuju banget deh kak apalagi alam kita menghasilkan beragam komoditas berkelanjutan.

      Hapus
  9. Tulisan ini sangat membantu buat aku yang sering tergiur dg produk2 skincare yang marak di setiap media sosial, kdang seluruh iklan nya tidak menggambarkan apa yg terkandung d dlam suatu produk otu, hanya berdasarkan review model2ny, jadi lebih bisa lebih teliti lagi dlam membeli produk, hrus jeli melihat ingredient nya, terima ksih infonya ka πŸ₯°

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mba Nina, senang membaca komentarnya 😊 semoga bermanfaat ya!

      Hapus
  10. Wah menarik dan informatif sekali artikelnya

    BalasHapus
  11. Tulisannya bagus, mudah dicerna, dan mengedukasi

    BalasHapus
  12. Wah aku baru tau ternyata kelapa sawit juga digunakan di produk kosmetik dan skincare ya. Banyak sekali ya ternyata komoditas lokal, keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak, betul kelapa sawit digunakan dalam produk kosmetik dan skincare karena kandungannya yang luar biasa daripada tanaman lain, selain itu harganya pun murah. Semoga bisa memberi insight ya kak, terima kasih 😊

      Hapus
  13. Informatif sekali kak, aku jadi tau cara menggunakan skincare madu. Pada dasarnya alam Indonesia memang kaya dan potensial ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak, betul madu bisa digunakan untuk skincare. Namun perlu diingat ya bahwa madu yg digunakan harus madu murni madu alami yg belum dipasteurisasi. Semoga bisa sedikit memberi insight ya, terima kasih 😊

      Hapus
  14. Informasinya sangat menarik dan mengedukasi. Perihal kelapa sawit itu memang dilematis ya kak, tapi memang potensial juga. Kita sebagai konsumen harus lebih cerdas dalam membeli produk lokal berkelanjutan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Nanda, betul sekali kak bahwa komoditas lokal sangat potensial. Terlebih jika sudah diolah menjadi produk turunan yg lebih banyak manfaatnya, diolah dengan aman, dan berkelanjutan. Terima kasih komentarnya kak 😊

      Hapus
  15. Mencerahkan, mengampanyekan self-love dan self-care dengan mengaitkan keduanya pada problem ekologis adl upaya preventif yang strategis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, senang membaca komentarnya 😊

      Hapus
  16. Kalau kita bisa bekerjasama, maka potensi alam Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik ya dan ekonomi Indonesia pun akan meningkat. Bravo penulis��

    BalasHapus
  17. Setuju banget sama yg kakak tulis di artikel ini. Banyak sekali produk skincare yang berbahan kimia, tapi masih banyak yg belum aware. Nah, tulisan ini tuh mengedukasi banget. Sukses kak

    BalasHapus
  18. Selain komoditas minyak sawit dan madu, masih ada banyak loh komoditas lain. Tapi tulisan ini tuh padat dan jelas jadi bisa nambah insight ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Zulfa, betul sekali. Thank you ya 😊

      Hapus
  19. Kak keren banget ada ilustrasinya gambar dan pointersnya, terus juga ditambah data-data yang banyak jadi tulisannya tuh berasa lebih valid gitu loh ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Ilham makasih ya komentarnya 😊

      Hapus
  20. Saat ini memang banyak orang Indonesia mulai sadar self care, terus juga skincare. Namun, masih banyak juga yg belum sadar atau memang belum paham tentang kandungan skincare yg digunakan. Nah tulisan ini bisa mengedukasi para pembaca, keren ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Resya, setuju sama kamu 😊 semoga tulisan ini bisa memberi insight ya

      Hapus
  21. Cara penulisannya jelas dan mengerucut jadi makin paham tentang produk skincare yang kita pake dan ternyata ada banyak komoditas lokal berkelanjutan yg dipake di skincare ya. Setuju banget sih kita bisa bersama-sama berkontribusi sesuai peran masing-masing untuk mengembangkan produk lokal dan meningkatkan ekonomi

    BalasHapus
  22. Tulisannya sangat menarik dan informatif. Semoga semakin banyak yg aware dan teredukasi ya. Sukses terus����

    BalasHapus
  23. Semoga tulisannya bisa dibaca banyak orang sehingga bisa menambah wawasan dan mengedukasi masyarakat ya karena tulisannya bagus, datanya banyak, ada infografis dan gambarnya juga jadi makin paham deh.

    BalasHapus
  24. Suka banget artikelnya!
    Jadi aku mau beli skincare bisa lihat bahan2nya dulu.
    Infonya berguna banget buat aku ��

    BalasHapus
  25. Aku baru tau banyak hal di sini, terutama produk skincare alami yang dari kelapa sawit, makasih ya fah ����

    BalasHapus
  26. Bisa banget pake madu buat banyak masalah kulit hihi jadi nambah info nih nanti kalo mau skincare-an bisa make madu alami ��

    BalasHapus
  27. Informatif sekali dan menambah insight, aku jadi makin tau banyak hal, makasih kak

    BalasHapus
  28. Tulisannya bagus, terus juga ga bosenin bacanya karena pemilihan kata2nya keren terus bisa bikin penasaran dan menambah pengetahuan��

    BalasHapus
  29. Betul sekali, kita memang jangan malas baca kalo mau beli produk skincare karena banyak bahan kimia berbahaya dalam kandungannya. Semoga semakin banyak orang yg aware ya

    BalasHapus
  30. Wahh..keren sekali. tulisan Kakak memacu Sy sebagai generasi muda supaya ikut berkontribusi memnfaat sumber daya alam, keberanian mengolahnya atau pling tidak jadilah konsumen yg cerdas (sebagai pengguna produk kecantikan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Rini terima kasih komentarnya πŸ˜ŠπŸ‘

      Hapus