Senin, 26 Agustus 2019

Makan Kenyang di Spazz Bistro Grage Mall

Spazz Bistro adalah restoran yang menyajikan pilihan menu yang beragam dari mulai pizza, spaghetti, steak, berbagai jenis kopi dan snack, serta masih banyak lagi. Konsep restoran ini adalah menyajikan hidangan spesialis Italia, terlihat dari berbagai jenis pizza dan spaghetti yang terdapat di menunya. Sebenarnya kata bistro sendiri berasal dari kata bahasa Prancis yang berarti restoran kecil dengan suasana santai dan terdapat beragam pilihan menu.
Spazz Bistro memiliki dua cabang yaitu di Grage Mall Cirebon dan di Grage City Mall. Saat itu aku dan temanku memilih untuk makan di Spazz Bistro yang berada di Grage Mall Cirebon. Letaknya di lantai bawah dekat parkiran pintu masuk hotel Grage, cukup mudah ditemukan karena ketika kita masuk dari pintu belakang Grage Mall pasti melewati Spazz Bistro.
Ini kali kedua aku makan di sini, dulu aku makan bersama keluargaku dan kami memilih mencicipi berbagai jenis pizza. Rasa pizza di sini cukup enak, tidak kalah dengan pizza yang ada di pizza hut hehehe. Kali ini aku dan temanku memilih mencicipi menu varian Big Mix yang harganya mulai dari 25 ribuan.
Aku memesan Big Mix Black peper BBQ yang disajikan di atas hot plate terdiri dari nasi dengan toping daging, jamur, bombay, jagung, dan telur serta tak lupa tambahan saus. Oiya cara makannya itu dengan diaduk dulu semuanya sampai tercampur seperti cara menyantap bibimbap.


Nah temanku memesan Big Mix beef mushroom yaki. Tampilan menu ini sekilas mirip ya, disajikan di atas hot plate dengan toping daging sapi, bombay, jagung, telur, jamur, dan tambahan saus.

Untuk rasa kedua menu ini cukup enak, cita rasanya merupakan perpaduan masakan Korea dan Jepang. Untuk porsinya bagi kami itu sangat banyak dan bikin kenyang banget. Harganya juga cukup terjangkau, pelayanannya ramah dan cepat, suasananya nyaman. Secara keseluruhan cukup puas makan di sini dan kapan-kapan mau ke sini lagi heheheh.

📍 Cabang 1: Grage Mall Cirebon
📍 Cabang 2: Grage City Mall Cirebon
🔔 Open Every day at 10.00-21.00


Baca Selengkapnya

Sabtu, 17 Agustus 2019

Wisata Religi ke Masjid Raya At-Taqwa Cirebon

Jika kemarin saya sudah membahas tentang masjid agung di Cirebon, kali ini saya akan membahas masjid agung yang lainnya yaitu Masjid Raya At-Taqwa. Masjid Raya At-Taqwa juga sering menjadi destinasi wisata religi oleh para wisatawan. Masjid Raya At-Taqwa terletak di tengah kota Cirebon, akses untuk menuju ke sini sangatlah mudah. Jika kalian datang dari arah stasiun Kejaksaan, maka untuk ke sini bisa ditempuh dengan jalan kaki ke arah selatan sampai menemukan alun-alun Kejaksan, nah Masjid Raya At-Taqwa terletak di samping alun-alun Kejaksaan, tepatnya di jalan R.A. Kartini kota Cirebon.

Cikal bakal bangunan masjid ini telah berdiri sejak tahun 1918, namun baru diresmikan menjadi Masjid Raya At-Taqwa pada tahun 1963. Gaya arsitektur masjid ini menggunakan gaya arsitektur tropis di mana bangunan dirancang sebagaimana rupa menyusaikan kondisi tempat beriklim tropis. Di depan masjid terdapat taman yang menambahkan keindahan masjid serta ada air mancur juga yang sanggup membuat kesan sejuk. Ada dua bagian, bagian depan kanan khusus untuk wanita dan bagian kiri untuk pria. Masjid ini juga memiliki menara setinggi 65 meter loh, tapi sepertinya pengunjung tidak diperbolehkan naik. Namun saya tidak tahu informasi terbaru apakah pengunjung diperbolehkan naik ke menara atau tidak.

Oiya kompleks masjid ini terdiri dari masjid itu sendiri, Islamic centre, dan ada kantinnya juga. Untuk kantinnya sendiri terletak di dekat tempat parkir, terdapat beberapa toko yang menyajikan beragam menu, ada bakso, ayam goreng, nasi goreng, warung nasi yang berkonsep prasmanan, dan masih banyak lagi. Untuk rasa, lumayan enak dan untuk harga juga terjangkau.

Jadi, untuk kalian yang ada di Cirebon atau yang berencana mau ke Cirebon, jangan lupa kunjungi Masjid Raya At-Taqwa karena di sini kalian bisa berwisata religi serta tempatnya mudah dijangkau, selain itu jika kalian sedang berada di sana dan kelaparan maka tinggal pergi ke kantinnya saja karena tersedia berbagai macam menu. Sebagai tambahan, kalian juga bisa nyantai di alun-alun Kejaksan karena tepat di depan Masjid Raya At-Taqwa adalah alun-alun Kejaksan.

📍 Jl. Kartini Nomor. 2, Kebonbaru, Kec. Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121
Baca Selengkapnya

Minggu, 11 Agustus 2019

Makan Malam di Mie Get Cirebon

Kali ini aku akan membahas tentang salah satu kuliner yang terkenal di Cirebon karena beberapa hari lalu aku mencicipi kuliner ini. Namanya mie get, terdengar asing? Sebenarnya makanan ini merupakan makanan sederhana, terdiri dari mi instan yang legend, yaitu indomie yang disajikan dengan topping telur dan irisan sayur, serta tambahan bumbu rahasia. Tampilannya memang sederhana, tapi rasanya istimewa!




Mie Get sudah eksis sejak lama, awalnya hanya berjualan dengan gerobak biasa, lokasi jualannya di depan tempat kursus bahasa Inggris bernama Get House of English yang berlokasi di Jalan Wahidin, Kejaksan, Kota Cirebon. Itulah mengapa mie ini terkenal dengan sebutan Mie Get Wahidin. Beberapa waktu yang lalu, mie get pindah lokasi karena adanya perbaikan trotoar di jalan Wahidin Sudirohusodo. Hal tersebut membuat mie get sempat tidak berjualan selama beberapa bulan, tetapi sekarang mie get sudah beroperasi lagi dan telah memiliki dua cabang.
Nah sekarang mie get telah memiliki dua cabang, yaitu berada di jalan Cipto Mangunkusumo dan di jalan stasiun Kejaksan. Tempat yang aku kunjungi adalah yang di cabang Cipto. Letaknya masuk gang, tepatnya berada di komplek TNI Angkatan Laut, masih satu deret dengan CSB Mall, Gramedia, Transmart. Tepat di depan gang terdapat papan penanda Mie Get Wahidin, oiya mie get juga masih satu lokasi dengan Nasi Jamblang Ibad Otoy, jadi di depan gang juga terdapat penanda Nasi Jamblang Ibad Otoy.



Ada tiga varian mie yang bisa kalian pesan yaitu mie goreng, mie rebus, dan mie nyemek. Kalian juga bisa memilih ingin pedas, sedang, atau tidak pedas sama sekali. Jika kalian memesan pedas, maka akan ditambah beberapa potong cabe rawit. Saat itu aku dan kedua temanku memilih mie goreng dan minumnya es teh manis. Untuk pelayanannya cukup cepat, kita tidak perlu menunggu lama sampai makanan tersaji di meja kita meskipun saat itu pengunjung cukup ramai, apalagi saat malam hari. Suasananya cukup nyaman untuk makan bersama keluarga atau teman-teman, terdiri banyak kursi, tempatnya outdoor jadi agak panas, tidak cocok untuk berlama-lama karena ramai pengunjung.


Porsi mie get ini menurutku cukup banyak dengan tambahan telur dan irisan sayur memberikan rasa yang istimewa. Untuk satu porsi mie get dibanderol Rp14.000. Harganya memang lebih mahal daripada saat dulu, mungkin karena biaya sewa tempat yang tidak murah makanya harganya pun naik, tapi cukup sebanding dengan porsinya yang tidak sedikit. Jadi, apakah kalian penasaran dengan rasanya? Jangan lupa nikmati mie fenomenal ini ya kalau kalian berkunjung ke Cirebon! 😊


📍 Cabang 1: Jl. Terusan Cipto, Pekiringan, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45131
📍 Cabang 2: Jalan Stasiun KA No.08, Kebonbaru, Kec. Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121
🔔 Open Every day at 14.00-22.00


Baca Selengkapnya

Jumat, 02 Agustus 2019

Makan Korean Food di Samwon Express Transmart Cirebon

Pertengahan tahun 2018 aku hangout bareng keempat temanku, kebetulan saat itu liburan kuliah jadi aku punya kesempatan untuk jalan bareng keempat temanku itu. Kami memutuskan untuk makan siang bareng di restoran Korea di mall Transmart Cirebon. Saat itu Transmart Cirebon belum lama buka sehingga menjadi destinasi mall yang ramai dikunjungi apalagi saat liburan.
Di Transmart ini terdapat banyak tenant makanan di lantai GF, dari mulai restoran internasional sampai yang lokal pun ada. Saat itu kami memilih mencicipi hidangan Korea hehehe seperti biasa kebetulan aku dan keempat temanku ini penyuka Korea, termasuk makanannya. Oiya dulu agak susah untuk menyicipi hidangan Korea di kota Cirebon, tapi sekarang ini sudah banyak loh kafe atau restoran yang menyajikan menu Korea di kota ini.
Transmart terletak di jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon dan yang pasti mudah diakses karena terletak di pusat kota. Sesampainya di Transmart, kami langsung menuju bergegas ke kedai Samwon Express yang terletak di lantai GF. Ternyata saat itu sedang ada promo beli 2 gratis 1 dan diskon 50% jika menggunakan kartu pelajar yay senang sekali rasanya. Kami memesan berbagai jenis makanan Korea. Aku memesan bulgogi, sejujurya aku suka ramyun tetapi karena aku mau makan nasi jadi aku pilih bulgogi seharga Rp.40.000, namun aku dapat diskon 50% karena pakai kartu pelajar hehe lumayan. Sedangkan, Nisa memesan Bibimbap bulgogi, Uswatun dan Intan memesan ramyun tanpa topping, namun Gitta tidak memesan apapun karena saat itu dia sedang puasa.


Oiya, untuk interior dari Samwon Express sendiri aku suka interiornya karena di dinding terdapat mural yang bertemakan Korea yang cocok banget untuk foto, secara keseluruhan view interior kafe ini instragamable sekali. Suasananya pun dibuat seperti sedang di Korea wkwkw ini lebay sih, dengan latar belakang musik Korea (KPOP & soundtrack Korean drama). Untuk pelayanannya sangat ramah dan efisien karena kita tidak perlu menunggu lama sampai hidangan disajikan di meja kita.

Jika berbicara rasa makanan di Samwon Express, aku pribadi yang memesan bulgogi, rasanya lumayan enak karena tidak jauh berbeda dengan bulgogi di restoran Korea yang lain, tetapi jika aku boleh jujur aku lebih suka versi bulgogi di Mujigae hehehe tapi bukan berarti bulgogi versi Samwon tidak enak, bulgogi di sini tetap enak kok dan dari tampilannya pun cukup menggoda. Untuk makanan yang lain, bulgogi bibimbap yang dipesan Nisa, yang aku juga sempat mencicipinya, rasanya lumayanlah tetapi aku kurang suka dan sebenarnya ini pertama kalinya aku makan bibimbap bulgogi hehehe mungkin aku kurang suka perpaduan sayuran dan bulgoginya, mungkin tidak terbiasa.

Dan satu lagi ramyun, secara penampilan ramyun yang Intan dan Uswatun pesan ini kurang menggoda ya dan ini nggak pakai topping, mungkin akan lebih enak dilihat jika ditambah topping hehehe. Untuk rasa sendiri, ramyun versi Samwon sejujurnya lumayanlah, bukan hanya rasa saja, tekstur mienya pun aku rasa berbeda dengan ramyun yang biasa aku beli di restoran Korea yang lain hmmm aku lebih suka ramyun versi restoran Korea lain (Mujigae, Arirang, etc). Mungkin jika ramyun ini diberi tambahan topping akan lebih enak dan jika pesan yang hot ramen mungkin juga lebih nikmat wkwkw.

Sejujurnya betah lama-lama nongkrong di Samwon karena ada wifinya hehehe dan tempatnya pun nyaman, mungkin suatu hari nanti aku akan berkunjung makan di sini lagi. oiya untuk harga sendiri, di Samwon menyediakan hidangan autentik Korea yang beragam dengan harga yang cukup terjangkau, apalagi saat itu sedang ada diskon heheh. Jika ingin berkunjung ke sini siapkan budget Rp30-000-Rp100.000. oiya informasi terbaru yang aku baca, Samwon Express Cirebon ini melakukan perubahan harga menjadi lebih murah loh! Harga terbaru menjadi sekitar Rp20.000-Rp30.000an, jadi tunggu apalagi? Ayo nikmati hidangan autentik Korea di Samwon Express!
 Samwon Express Transmart Cirebon
📍 Jl. Cipto Mangunkusumo, Transmart Lantai GF, Pekiringan, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
🔔 Open Every day at 10.00-22.00
Free Wi-Fi
Halal



Baca Selengkapnya

Makan Korean Food di Arirang Korean Restaurant Hotel Bentani Cirebon

Pada pertengahan tahun 2016, aku dan ketiga temanku berkesempatan untuk menikmati makanan Korea di salah satu restoran Korea di kota Cirebon yaitu Arirang Korean Restaurant. Oiya, saat itu restoran Korea di Cirebon terbilang belum sebanyak sekarang, bahkan mungkin Arirang Korean Restaurant adalah restoran Korea pertama di Cirebon. Ya, sudah pasti restoran ini merupakan restoran Korea autentik di Cirebon karena sudah berdiri sejak lama dan menyajikan hidangan Korea yang beragam.
Arirang Korean Restaurant sendiri terletak di dalam komplek hotel Bentani. Nah, letak hotel Bentani tidak jauh dari stasiun Kejaksan. Jadi, untuk teman-teman yang dari luar kota yang bingung mau pilih hotel apa dan tidak mau jauh dari stasiun, maka hotel Bentani adalah solusinya. Dari stasiun kejaksan, teman-teman tinggal jalan kaki sekitar 300 meter ke arah jalan Siliwangi.
Hotel Bentani ini memiliki interior modern loh dan terdapat banyak sekali sentuhan-sentuhan Cirebon, seperti seni lukisan kaca dan terdapat juga berbagai suvenir khas Cirebon. Hotel Bentani menyediakan tiga restoran internasional di dalamnya yang bisa kalian pilih, di antaranya ada Yanagi Japanese Cuisine, Thai Cuisine, dan Arirang Korean Restaurant.
Nah, aku dan tiga temanku memilih untuk menikmati hidangan Korea di Arirang Korean Restaurant. Saat kami ke sana ternyata agak sepi, tapi itu justru yang membuat kami senang wkwkw karena berasa privat restaurant. Oiya interior restoran ini sangat Korea, berasa lagi di Korea beneran nih dan ditambah lagi restoran ini menyediakan beragam menu makanan Korea. Sampai-sampai kami bingung mau pilih makan apa, tapi sejujurnya menurut kami pribadi harga menu di sini cenderung mahal hehehe tapi untuk mahal atau murah itu relatif yaa, menurut kami mahal belum tentu menurut kalian juga mahal.

Kami memutuskan untuk memesan ramyeon porsi besar yang bisa dimakan oleh empat orang hehe biar lebih hemat dan bisa sharing juga kan. Kami juga memesan tteokbokki. Untuk rasa sendiri dari dua menu tersebut cukup pas dan enak, porsinya banyak. Oiya untuk pelayanannya sendiri cukup memuaskan karena ramah dan cepat. Jika teman-teman ingin berkunjung ke restoran ini, siapkan budget minimal Rp50.000.

Tempatnya nyaman, santai, cocok untuk grup, disarankan datang ramai-ramai karena porsi makananya cukup banyak. Jadi, tunggu apa lagi? ayo ajak teman, saudara, keluarga, rekan bisnis untuk menikmati hidangan korea di restoran korea terbaik di Cirebon. 
Arirang Korean Restaurant Hotel Bentani Cirebon
📍Jl. Siliwangi No.69, Kesenden, Kec. Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121

Open everyday 
Baca Selengkapnya

Sabtu, 27 Juli 2019

Tradisi Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa terdapat tradisi unik yaitu azan pitu atau yang dalam bahasa Indonesia berarti azan tujuh. Azan pitu adalah tradisi mengumandangkan azan oleh tujuh orang muazin secara bersamaan. Mengapa di masjid ini azan harus dikumandangkan oleh tujuh orang? Jadi, ada banyak versi alasan dibalik dikumandangkannya azan oleh tujuh orang muazin di masjid ini. Versi yang pertama yang saya tahu dan yang beredar di masyarakat adalah pada zaman dulu terjadi wabah penyakit yang menyerang masyarakat Cirebon sampai menyebabkan meninggal dunia. Nyimas Pakungwati yang merupakan istri Sunan Gunung Jati juga terserang wabah penyakit ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghilangkan wabah penyakit tersebut, tetapi tidak membuahkan hasil. Kemudian Sunan Gunung Jati mendapatkan petunjuk dari Sang Pencipta tentang cara menghilangkan wabah tersebut yaitu dengan mengumandangkan azan oleh tujuh orang muazin. Sejak saat itu wabah penyakit tersebut menghilang dan akhirnya tradisi azan pitu tetap dilestarikan.  
Versi yang kedua adalah konon katanya zaman dahulu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa ada jin yang menungguinya, jin itu merupakan jin jahat yang bernama Menjangan Wulung. Menjangan Wulung memiliki kekuatan yang bersemayam di kubah Masjid Agung Sang Cipta Rasa, jin tersebut membuat warga resah karena jin ini membunuh siapa saja yang ingin sholat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Oleh karena itu, Sunan Gunung Jati berikhtiar mencoba mengalahkan Menjangan Wulung dengan cara menugaskan seseorang untuk mengumandangkan azan, namun karena Menjangan Wulung merupakan jin yang sangat sakti sehingga tidak mudah dikalahkan dan sang muazin terbunuh. Tidak menyerah sampai situ, upaya untuk mengalahkan Menjangan Wulung terus dilakukan hingga sang Sunan menugaskan tujuh orang muazin untuk mengumandangkan azan, akhirnya terdengarlah letusan yang sangat keras yang menghempaskan kubah masjid ke angkasa sekaligus membunuh Menjangan Wulung. Nah, kisah tersebut diyakini menjadi penyebab kenapa Masjid Agung Sang Cipta Rasa tidak memiliki kubah dan masyarakat meyakini bahwa kubah masjid tersebut jatuh diwilayah Banten. Sejak saat itu, azan pitu selalu dikumandangkan setiap waktu sholat tiba.
Saat ini tradisi azan pitu masih dilestarikan, namun pada saat ini azan pitu hanya dikumandangkan pada waktu sholat jumat tiba. Tujuh orang muazin yang ditugaskan mengumandangkan azan merupakan orang-orang pilihan yaitu keluarga yang secara turun-temurun ditugaskan oleh Sultan untuk mengurus Masjid Sang Cipta Rasa. Nah itu merupakan sejarah singkat asal usul Azan Pitu, terlepas dari benar atau tidaknya asal-usul tradisi unik tersebut semoga kita tetap bisa menghargai tradisi yang ada dan bisa belajar banyak hal dari sejarah.


sumber gambar: https://fakta.news/berita/azan-pitu-tradisi-unik
Baca Selengkapnya

Masjid Unik di Cirebon: Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah Masjid yang diklaim sebagai salah satu yang tertua di Cirebon. Dibangun pada  1480 M oleh Sunan Gunung Jati yang merupakan tahun di mana Islam di tanah Jawa sedang berkembang. Masjid ini terletak di komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, sebelah barat alun-alun keraton Kasepuhan, tepatnya berlokasi di Jalan Keraton Kasepuhan 43, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon.
Masjid Sang Cipta Rasa merupakan masjid yang memiliki banyak keunikan, mengapa begitu? Karena masjid ini memiliki sejarah yang panjang dan ada tradisi yang unik loh di masjid ini, yaitu tradisi azan pitu. Dari namanya saja sudah unik, ya nama masjid ini tidak seperti nama-nama masjid kebanyakan yang biasanya bernuansa islami. Masjid Sang Cipta Rasa terdiri dari tiga kata, sang berarti keagungan, cipta berarti dibangun, dan rasa yang berarti digunakan. Secara kesuluruhan Sang Cipta Rasa bermakna bangunan yang agung.
Arsitektur masjid ini adalah Sunan Kalijaga dan Raden Sepat yang ditunjuk oleh Sunan Gunung Jati. Gaya arsitektur masjid ini perpaduan antara gaya jawa dan hindu majapahit yang bisa kita lihat seperti pada gapura, atap, dan berbagai ukiran-ukiran unik di dalamnya. Masjid ini terdiri dari beranda dan ruangan utama, di mana dari beranda masjid ke ruangan utama terdapat sembilan pintu yang melambangkan Wali Songo. Di bagian mihrab terdapat tiga buah ubin yang dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga. Tiga buah ubin tersebut melambangkan tiga pokok ajaran agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.

Jadi, teman-teman jika punya kesempatan berkunjung ke Cirebon, jangan melewati kunjungan ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa ya! Selain bisa berwisata religi, kita juga bisa belajar banyak hal dari sebuah bangunan masjid bersejarah ini. 

Baca Selengkapnya

Jumat, 26 Juli 2019

Nasi Lengko H. Barno: Salah Satu Kuliner Autentik Cirebon

Ada banyak makanan khas Cirebon yang wajib dicicipi ketika kamu berkunjung ke Cirebon, seperti nasi Jamblang, tahu gejrot, empal gentong, nasi lengko, dan lain-lain. Pada kesempatan kali ini aku akan membahas tentang nasi lengko khas Cirebon. Bagi kamu yang belum pernah mencoba atau mendengar makanan ini mungkin terdengar asing bukan? Jadi, nasi lengko adalah makanan khas Cirebon (pada umumnya masyarakat Pantai Utara) yang terdiri atas nasi dengan lauk dari bahan-bahan nabati seperti tempe goreng, tahu goreng, irisan mentimun, taoge yang direbus, potongan kucai, taburan bawang goreng, lalu bahan-bahan tersebut disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis khas Cirebon, tak lupa juga dilengkapi dengan kerupuk aci putih.

Secara etimologi, nasi lengko berasal dari kata langka yang berarti jarang atau tidak ada, maksudnya dalam penggunaan bahan-bahan lauk nasi ini tidak banyak dan berasal dari non-hewani. Melihat lauk-pauk yang ada pada menu ini, maka nasi lengko sangat cocok disantap oleh vegetarian. Ada kalanya ketika menyantap nasi lengko dilengkapi juga dengan sate kambing yang disajikan di piring berbeda.
Salah satu nasi lengko yang terkenal di Cirebon adalah nasi lengko H. Barno yang sudah berdiri sejak 1968 dan memiliki banyak cabang di beberapa sudut kota Cirebon. Tempat yang aku kunjungi adalah Nasi Lengko H, Barno yang terletak di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo kota Cirebon. Di tempat makan ini tidak hanya menyajikan menu nasi lengko, ada menu sate kambing dan empal gentong yang juga makanan khas Cirebon. Meskipun menu nasi lengko sangat sederhana, untuk soal rasa tidak perlu diragukan lagi nasi lengko di sini juaranya. Kamu juga tidak perlu mengeluarkan kocek yang tinggi karena harga nasi lengko terbilang cukup murah, hanya dengan Rp13.000 kamu sudah bisa mencicipi satu porsi nasi lengko dan Rp10.000 untuk setengah porsinya. Untuk menu lainnya juga tidak begitu mahal, harganya cukup terjangkau dengan rasa yang istimewa. Jadi tunggu apa lagi? ayo datang dan nikmati wisata kuliner yang satu ini!



Baca Selengkapnya

BT Batik Trusmi: Ikon Wisata Batik Cirebon

Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang eksistensinya perlu kita jaga agar tetap bisa bertahan dan semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Keeksistensian batik telah diperkukuh oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada Oktober 2009. Dalam hal itu, batik Indonesia telah diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan NonBendawi (Masterpieces of The Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Sebagai generasi muda penerus bangsa sudah sepantasnya kita melestarikan warisan budaya bangsa kita agar keberadaannya tetap terjaga di tengah arus globalisasi dan modernisasi saat ini. Banyak sekali upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka melestarikan batik Indonesia agar keberadaannya tetap terjaga dan dikenal oleh khalayak umum, di antaranya adalah bisa dengan mempelajari cara membuat batik, menggunakan produk batik, dan mempromosikan batik.
Salah satu pelaku industri kreatif batik terbesar di Indonesia adalah BT Batik Trusmi. BT Batik Trusmi merupakan toko batik berkonsep department store pertama di Indonesia yang menjual berbagai macam produk batik dari pengrajin batik tradisional di Desa Trusmi. Letak BT Batik Trusmi berada Jalan Syekh Datul Kahfi No. 148, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Aksesnya mudah dijangkau yaitu sekitar 15 menit dari Kota Cirebon ke arah Bandung, dari perempatan Plered belok ke kanan terdapat gapura bertuliskan “Kawasan Batik Trusmi”.


BT Batik Trusmi memiliki tag line “BTAlways Batik” yang terdengar menarik dan eye catching. Jika mengunjungi showroom BT Batik Trusmi kita akan dibuat kagum karena "toko" batik berkonsep department store itu sangat luas, besar, dan nyaman. Maka wajar saja, store BT Batik Trusmi selalu ramai dikunjungi para wisatawan. BT Batik Trusmi bukan hanya menjual kain batik produk asli dari pengrajin batik tradisional, tetapi terdapat produk-produk lain dari batik seperti baju, pernak-pernik dari batik, aksesoris batik, dan tak lupa juga berbagai macam oleh-oleh khas Cirebon, seperti kerupuk melarat, sirup tjampolay, terasi, kerupuk udang, dan masih banyak lagi. Oiya, di showroom BT Batik Trusmi ini memiliki interior yang instragamable loh, kita bisa mengambil foto dengan latar belakang batik mega mendung dan lukisan-lukisan lainnya yang sangat menarik.

Setelah puas berbelanja, di komplek BT Batik Trusmi terdapat restoran dengan nama Batik Kitchen yang mana di sini kita bisa menikmati berbagai jenis makanan khas Cirebon, seperti empal gentong, nasi lengko, nasi jamblang, tahu gejrot, dan masih banyak lagi. Selain bisa berbelanja batik dan menikmati makanan khas Cirebon, di BT Batik Trusmi juga kita bisa belajar bagaimana cara membatik. Wah menarik sekali ya mengunjungi BT Batik Trusmi, selain bisa berwisata belanja, kita juga bisa berwisata edukasi.
Batik tentu saja memiliki potensi wisata yang sangat tinggi karena sebagai warisan budaya bangsa, batik perlu dikenal secara langsung oleh wisatawan dari mulai cara membuatnya sampai dengan hasil produknya. Oleh karena itu dengan membentuk wisata batik adalah salah satu ajang promosi batik. Salah satunya di kampung batik Cirebon, BT Batik Trusmi yang berhasil menjadi ikon wisata Cirebon yang terkenal. Untuk meningkatkan pariwisata batik agar semakin dikenal tentu saja membutuhkan kontribusi banyak pihak, dari mulai diri kita sendiri, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata meluncurkan brand wisata baru yang bernama Pesona Indonesia yang bermakna bahwa Indonesia memiliki potensi wisata yang kaya dan memesona, mulai dari tempat wisata hingga produk budaya, yaitu batik.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bangga dengan warisan budaya bangsa kita sendiri. Kontribusi kita dalam menjaga dan melestarikan batik merupakan implementasi kebanggaan kita terhadap warisan budaya bangsa. Salah satu contohnya ketika kita sering memakai produk batik dan mempromosikan wisata batik berarti kita berperan serta dalam mendukung eksistensi produk lokal bangsa kita dan dengan begitu kita bisa mendorong roda perekonomian lokal sehingga masyarakat Indonesia semakin sejahtera. Oleh karena itu mulai sekarang marilah kita bangga berbatik! 


Baca Selengkapnya