Sabtu, 27 Februari 2021

Pilihan Cantikmu Berkontribusi Lindungi Bumi dan Meningkatkan Ekonomi

 



Akhir-akhir ini tren self-love marak digaungkan di media sosial oleh warganet. Tren ini timbul karena adanya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental yang menjadi topik hangat dan menarik untuk dibahas. Lalu, sebenarnya apa itu self-love dan apa manifestasinya?

Melansir dari Psychology Today, self-love adalah istilah umum yang merujuk pada tindakan cinta yang kita lakukan terhadap diri sendiri, baik secara fisik maupun non-fisik, sehingga membuat kita bisa menerima dan memperlakukan diri sendiri dengan baik. Proses self-love melibatkan empat aspek, yaitu self-awareness, self-worth, self-esteem, dan self-care. Untuk kasus yang terakhir, yaitu self-care merupakan aspek fisik yang tercermin dari cara kita menjaga kesehatan diri, mengatur pola makan, dan merawat diri.

Dalam kasus merawat diri, saat ini banyak orang Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya skincare, bukan sekadar memakai kosmetik sebagai riasan yang sifatnya dekoratif semata, tetapi juga bagaimana agar bisa memiliki kulit sehat, terawat, dan terjaga. Produk-produk skincare pun menjamur di pasaran dengan berbagai merek dan klaim beragam memberi solusi atas sejuta masalah kulit. Namun, apakah kamu sudah mengenali bahan-bahan atau kandungan dari produk kecantikan dan skincare yang kamu gunakan?

Ironisnya, bahan-bahan kosmetik dan atau skincare yang beredar di pasaran mayoritas mengandung bahan kimia berbahaya yang berdampak buruk bagi tubuh dan lingkungan. Mengapa begitu? Karena kandungan kimia dalam produk-produk tersebut sulit terurai, bersifat karsinogenik, dan bersifat toksik bagi makhluk hidup lain. Yuk kenali bahan kimia berbahaya yang sering ditemukan di produk skincare dan kecantikan melalui gambar di bawah ini.


Mungkin kamu akan berpikir bahwa ini terdengar sangat kontradiktif karena di satu sisi produk skincare memberikan efek meningkatkan kecantikan, tetapi di lain sisi kandungannya berbahaya dan merugikan kita semua. Ya, memang inilah faktanya. Kandungan kimia berbahaya yang sering ditemukan pada produk kecantikan dan skincare berkontribusi signifikan dalam membuat ekosistem menjadi buruk dan berisiko pada kesehatan tubuh. Dampak jangka panjangnya adalah berpengaruh pada perubahan iklim.

Lalu tindakan preventif apa yang bisa kita lakukan, mengingat bahwa tidak semua dari kita punya pengetahuan yang cukup terhadap bahan kimia tersebut. Hal pertama dan paling mudah yang bisa dilakukan adalah teliti. Jangan malas untuk membaca label kandungan produk kecantikan dan skincare yang akan kita beli. Teliti terlebih dahulu apakah ada bahan-bahan kimia berbahaya seperti yang telah disebutkan di atas. Pada dasarnya memang produk kecantikan banyak yang mengandung bahan kimia, tapi apakah brand tertentu transparan terhadap kandungan yang mereka pakai dalam produknya? Sangat sulit untuk percaya, sehingga kita sebagai konsumen harus lebih cerdas karena bagaimanapun apa yang akan kita konsumsi akan diserap oleh kulit dan tubuh. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan tubuh dan lingkungan juga. Jangan sampai wujud self-care yang kita lakukan justru menjadi bumerang bagi diri dan lingkungan. Selain itu, kita juga bisa mempertimbangkan penggunaan produk merek alami/organik yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kandungan yang ampuh.

Tahukah kamu bahwa Indonesia memiliki segudang komoditas lokal dan sumber daya alam melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk produk kecantikan dan skincare. Hal ini bisa menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan oleh industri kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Apa saja komoditas lokal yang bisa dimanfatkan dan dikembangkan untuk sektor industri kecantikan?

Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) adalah tanaman asli Afrika Barat yang dibawa ke Asia Tenggara pada Abad ke-19. Kelapa sawit tumbuh subur di daerah tropis sehingga banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Kelapa sawit menghasilkan buah, kemudian dari buah inilah yang akan menghasilkan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang mengandung lemak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, dan beta-karoten. Kandungan baik ini membuatnya kaya akan segudang manfaat dan ditemukan di beragam produk, dari mulai produk makanan, bahan bakar, hingga digunakan untuk produk kecantikan. Oleh karena itu, minyak kelapa sawit merupakan komoditas lokal yang potensial, khususnya sebagai bahan alami (natural) dalam formulasi produk kecantikan.

Data dari Cosmetics design-Europe.com, minyak kelapa sawit ditemukan hampir di 70% produk kosmetik dan hasilnya jauh lebih baik daripada menggunakan tanaman lain. Lalu, sebenarnya kandungan baik apa saja dalam minyak sawit sehingga banyak produk kecantikan memilihnya sebagai formulasi yang tepat?

Mengutip dari laporan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) melalui Warta Ekonomi, minyak sawit banyak digunakan dalam produk kosmetik, baik skincare maupun make up, karena bersifat melembabkan dan memberikan tekstur yang diinginkan. PASPI juga menegaskan bahwa minyak sawit dan produk turunannya aman digunakan dalam produk kosmetik dan personal care yang diperkukuh oleh penilaian dari The Cosmetic Ingredient Review (CIR) Expert Panel. Dalam laporannya, PASPI menjelaskan bahwa minyak sawit pada produk skincare memiliki tiga fungsi, yaitu emulsifiers, thickener, dan surfactant.

Fungsi pertama, emulsifiers berarti minyak sawit berfungsi sebagai pencampur antara bahan air dan minyak. Hydrating agent dan moisturizing agent pada moisturizer tidak akan menyatu tanpa emulsifier. Fungsi kedua, thickener berfungsi memperbaiki konsistensi formula yang terlalu cair seperti glycerine dan stearic acid. Fungsi ketiga, surfactant yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan air yang berperan sebagai cleansing agent yang dapat mengangkat kotoran sehingga lebih mudah dibersihkan. Selain ketiga fungsi tersebut, minyak sawit juga kaya akan beta-karoten (pro-vitamin A) dan vitamin E yang mengandung zat antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.



Keeksotikan kelapa sawit membuat ekspansi sawit kian masif dilakukan sehingga menimbulkan terjadinya alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Pembalakan hutan pun dilakukan terus-menerus sehingga terjadi deforestasi. Berdasarkan riset yang tertuang dalam jurnal Enviromental Research Letters (Februari 2019) via Madani Berkelanjutan, menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan sawit dalam kurun waktu 2001-2016 menyebabkan hilangnya 23% tutupan hutan Indonesia. Hal ini berarti Indonesia kehilangan hutan hampir seluas 4 kali lapangan bola setiap 10 menit karena ekspansi perkebunan sawit tersebut. Sangat mengejutkan bukan?

Ekspansi perkebunan sawit yang tidak terkendali dan tidak berkelanjutan ini menimbulkan beragam masalah lingkungan dan sosial. Selain mengancam hutan, hal tersebut juga mengancam habitat satwa liar. Melansir dari WWF, satwa liar yang terancam punah akibat pembalakan hutan yang begitu masif adalah orangutan, gajah Sumatera, gajah kerdil Kalimantan, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Produksi minyak sawit yang terus-menerus mengakibatkan habitat mereka terancam dan tak jarang satwa-satwa tersebut sengaja dibunuh saat pembalakan hutan, sungguh mengenaskan bukan? Kemudian, tak jarang perusahaan melakukan pembukaan lahan dengan praktik land clearing yang menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga terjadi bencana kabut asap yang mencemari udara.



Lalu apa solusinya? Jangan sampai komoditas lokal unggulan ini jadi kambing hitam di negeri sendiri, potensinya yang luar biasa harus bisa dimanfaatkan dengan bijaksana tanpa mengganggu lingkungan, mengancam satwa liar, dan menghilangkan keanekaragaman hayati. Hal yang bisa kita lakukan sebagai konsumen adalah memilih produk yang sudah ada label RSPO (Rountable on Suistainable Palm Oil) untuk memastikan bahwa kita membeli produk yang dibuat dengan minyak sawit berkelanjutan. Apa maksudnya minya sawit berkelanjutan? Jadi, minyak sawit berkelanjutan adalah produk minyak sawit yang diproduksi dengan menaati kebijakan yang menjanjikan nihil deforestasi, nihil pengembangan gambut, dan nihil eksploitasi (NDPE). Selain kita harus jeli memilih produk minyak sawit yang sudah berlabel RSPO, kita juga bisa melakukan riset terhadap merek-merek yang mendukung program berkelanjutan, bisa lihat dan klik panduan WWF berikut ini sebagai referensi saat membeli produk.



Adakah produk skincare berbahan dasar kelapa sawit yang sudah beredar, bersertifikasi halal, dan tentunya aman tanpa bahan kimia berbahaya? Jawabannya tentu ada! Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah meluncurkan produk skincare dengan formula minyak sawit pada tahun 2016. Merek dagang skincare tersebut bernama Guineensis dan telah terdapat enam produk skincare yang sudah dipasarkan, di antaranya adalah organic liquid facial wash, brightening day cream dan brightening night cream, anti-aging day cream dan anti-aging night cream, hand and body lotion. Bahan baku produk skincare keluaran Guineensis adalah olein merah kelapa sawit yang kaya akan kandungan karotenoid (provitamin A) dan Vitamin E. Keunggulan lainnya adalah produk Guineensis telah bersertifikat halal dan dapat digunakan oleh semua kalangan, serta aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui. Produk Guineensis telah dipasarkan secara offline dan online melalui beberapa market place dan akun official Instagram @guineensis_Indonesia. Apakah kamu penasaran dengan produk-produk Guineensis? Jika iya, langsung saja kepoin mereka dan coba produknya.

Madu

Selain kelapa sawit, tentu Indonesia memiliki komoditas lokal lainnya untuk produk kecantikan yang bersifat natural dan aman, salah satunya madu. Banyak sekali budidaya lebah madu yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Budidaya lebah madu memberikan keuntungan karena selain menghasilkan madu juga mampu menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal ini disebabkan oleh upaya yang dilakukan dalam beternak lebah madu adalah menanam sayur-sayuran dan tanaman berbunga yang akan membantu proses penyerbukan. Dengan demikian, budidaya madu berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Selain bisa dimakan dan bermanfaat untuk kesehatan, madu pun memiliki segudang manfaat untuk kecantikan. Madu merupakan bahan ajaib dan bersifat antiseptik alami yang diperlukan oleh kulit. Oleh karena itu, tak heran jika kita sering menemukan kandungan madu pada berbagai produk kecantikan, dari mulai masker wajah, sampo, lotion, lip balm, dan masih banyak lagi. Menurut Mona Gohara, MD, profesor klinis di Yale Department of Dermatology, madu memiliki khasiat penyembuhan alami, khususnya untuk penyembuhan luka. Ia menambahkan bahwa madu dapat meningkatkan kolagen dan menjadi anti-aging yang luar biasa. Namun perlu dicatat ya, kita tidak bisa sembarangan menggunakan semua jenis madu yang beredar di pasaran untuk kecantikan. Madu terbaik yang bisa digunakan untuk skincare adalah madu mentah yang tidak dipasteurisasi dan madu gelap (semakin gelap madu, semakin tinggi jumlah antioksidan dan lebih baik untuk kecantikan). Melalui gambar di bawah ini, kita bisa melihat bagaimana madu bisa digunakan dalam rangkaian skincare routine kita, yuk dicoba!



Kita bisa melihat bahwa Indonesia memiliki beragam komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan dalam produk kecantikan. Selain kelapa sawit dan madu yang dipaparkan dalam tulisan ini, masih banyak lagi komoditas lain yang punya potensi untuk dikembangkan, seperti kopi, teh, pegagan, minyak tengkawang, dan masih banyak lagi. Ada banyak kelompok komunitas dan unit Usaha Kecil dan Menengah di berbagai penjuru Indonesia yang memproduksi komoditas lokal dan memperkenalkan bahwa hasil hutan bukan hanya kayu saja, tetapi juga menghasilkan beragam komoditas, dari mulai buah, sayur, biji-bijian, dan lain-lain. Ada banyak petani sawit, peternak lebah, dan sejenisnya yang berjuang menghasilkan komoditas lokal berkelanjutan. Ketika kita sebagai konsumen bisa membeli dan memanfaatkannya, maka kita berkontribusi dalam menyejahterahkan mereka. Pilihan cantik kita dapat memberdayakan mereka. Lingkungan terjaga, pun masyarakat sejahtera.

Dapat disimpulkan bahwa produk kecantikan dan skincare yang beredar di pasaran masih banyak yang mengandung bahan kimia berbahaya. Hal tersebut menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan dan berdampak buruk bagi lingkungan. Kita sebagai konsumen harus cerdas dalam memilih produk yang akan dibeli sehingga jangan sampai wujud self-love dan self-care yang kita lakukan justru menjadi katalisator terjadinya masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Alam Indonesia memberikan solusi dalam mengatasi hal ini terbukti dengan banyaknya komoditas lokal yang bisa dimanfaatkan dalam industri kecantikan. Namun, alam Indonesia masih belum dikelola secara lestari dan bahan alam masih diolah mentah tanpa membuatnya menjadi produk turunan. Ada banyak komunitas, lembaga, dan UMKM yang berupaya memanfaatkan komoditas lokal dengan bijaksana, menghasilkan produk turunan bernilai tinggi, dan produksinya aman. Kita semua bisa bekerja sama dalam hal memilih produk kecantikan dan skincare yang digunakan. Ketika kita memilih produk komoditas lokal berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ramah sosial, maka kita juga secara tidak langsung membantu melindungi bumi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera. 




Baca Selengkapnya

Selasa, 23 Februari 2021

The Onsen: Menikmati Ambience Negeri Sakura di Kota Batu Malang


Malang, khususnya Kota Batu menawarkan berbagai tempat wisata yang tidak ada habisnya. Pada postingan sebelumnya, telah disinggung mengenai salah satu destinasi wisata di Kota Batu, yaitu Taman Langit. Pada kesempatan kali ini akan mengulas tentang tempat wisata yang bisa dibilang baru (opening 2018) dan memiliki konsep unik, yakni memiliki ambiance yang membuat kita seolah sedang berada di Jepang loh, yaitu The Onsen.

The Onsen sendiri sebenarnya merupakan penginapan yang menyediakan pemandian air panas ala Jepang. Secara etimologi, mengutip dari sini kata onsen sendiri berasal dari bahasa Jepang yang bermakna mata air panas. Onsen mengacu pada tradisi mandi air panas di Jepang karena di sana terkenal akan banyaknya gunung berapi yang aktif sehingga menghasilkan air panas alami yang memiliki kandungan mineral tinggi. Nah, The Onsen Hot Spring Resort Malang mengadopsi konsep tersebut. Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang karena The Onsen Resort menawarkan sensasi yang sama & menyulap tempat ini seolah kita sedang berada di negeri sakura.

Terletak di jalan Raya Arumdalu, Songgoriti, Batu, Malang membuat tempat ini cukup strategis dan aksesnya mudah. Didukung dengan latar belakang pemandangan berupa pegunungan, hutan pinus yang menjulang tinggi, dan udara yang sejuk membuat tempat ini menjadi pilihan ideal untuk merilekskan pikiran dan tubuh. Fasilitas yang ditawarkan di sini cukup beragam, dari mulai penginapan, restoran Jepang, taman yang luas dan indah, penyewaan Yukata, venue, dan masih banyak lagi. Untuk mengunjungi tempat ini, kita tidak harus menginap di resortnya sehingga jika kita hanya ingin menikmati pemandangan sambil menyewa Yukata dan menyantap makanan Jepang di Fushimi resto sangat bisa sekali dengan catatan harga yang berbeda. Untuk tiket masuknya sendiri sebesar Rp50.000. Saat itu, harga tiket tersebut sudah termasuk mendapat voucher untuk makan di Fushimi Resto.



The Fushimi Restaurant: Authentic Japanese Cuisine

The Fushimi Restaurant menyajikan beragam menu utama berupa hidangan otentik Jepang, dari mulai aneka ramen, beragam jenis sushi, sukiyaki, sashimi, dan masih banyak lagi. Jika kalian tidak terlalu menyukai makanan Jepang, tidak perlu khawatir karena Fushimi Restaurant juga menyajikan beragam hidangan Indonesia dan western loh, menarik bukan? Bukan hanya hidangan saja yang menonjolkan tema jejepangan, tetapi ambience restoran ini juga disulap sedemikian rupa seolah membuat kita sedang mencicipi makanan di Jepang sana. Hal ini dapat terlihat dari dekorasi kayu, desain interior, lampion, dan bangunannya yang dibuat dengan nuansa khas Jepang banget. Restoran ini terdiri dari 170 seats yang sudah termasuk dua ruangan privat, empat ruang semi-privat, dan selebihnya berupa meja dan kursi yang ditata rapi.



Saat itu, aku dan teman-temanku memesan spicy ramen, yaki ramen, gyu curry ramen, dan tori katsu don. Yeah memang kami lebih memilih mencicipi beragam jenis ramen hehehehe. Untuk spicy ramen sendiri berupa mi kuah yang disajikan dengan topping telur, rumput laut, daun bawang, potongan daging, dan taburan cabe bubuk yang menimbulkan cita rasa pedas. Oiya, spicy ramen di sini berbeda dengan spicy ramen di Ichiban sushi ya. Kalau dari segi topping memang lebih meriah menu yang di Ichiban Sushi dan rasanya pun lebih pedas di Ichiban Sushi. Spicy ramen di sini tidak sepedas itu (tidak ada levelnya) dan cukup enak dinikmati di cuaca Kota Batu yang cukup dingin kala itu.



Menu selanjutnya yang kami pesan adalah yaki ramen. Berbeda dengan spicy ramen yang berupa mi kuah, yaki ramen merupakan ramen goreng khas Jepang. Rasanya enak, bumbunya sederhana, mi-nya lembut, disajikan dengan daging, ditambah dengan topping nori yang renyah, perpaduan yang sempurna! Menu ramen terakhir adalah gyu curry ramen. Dari namanya pasti kalian sudah bisa menebak ramen jenis apakah ini. Yup, ini merupakan ramen dengan kuah kari yang kental dengan rempah yang kuat dan warna yang pekat. Dengan topping berupa telur rebus, irisan daging, dan sayuran semakin membuat hidangan ini terasa sedap nan menggugah selera.

Menu terakhir yang kami pesan adalah tori katsu don. Pasti kalian sering menemukan menu ini di restoran Jepang. Ini merupakan rice bowl ala Jepang berupa nasi dengan tambahan chicken katsu, telur dadar berbumbu bawang bombay, dan taburan nori. Rasanya enak dan porsinya banyak. Cukup puas rasanya menikmati hidangan otentik Jepang di Fushimi Restaurant. Saat itu pengunjung cukup ramai, tetapi pelayanannya cukup cepat dan ramah. Untuk harga yang kami pesan berkisar antara Rp40.000 – Rp60.000, belum termasuk service charge & tax.



The Onsen Garden

Setelah puas makan-makan, ada baiknya berjalan-jalan di sekitar resort sambil menikmati pemandangan dan suasana khas Jepang. Ada banyak spot foto yang bisa kita eksplorasi di sini, dari mulai spot paling ikonik “Torii” berupa gerbang merah yang sering dijumpai di kuil-kuil Jepang. Setiap orang yang berlibur ke Jepang pasti pernah berfoto di Torii, tapi tidak perlu jauh-jauh ke Kyoto karena di sini ada replikanya eheheh. Letak gerbang merah ini ada di depan sehingga ketika kita masuk akan langsung melihat ini dan latar belakangnya berupa hamparan pegunungan hijau yang indah sekali. Wah seperti di Jepang sungguhan yah!



Ingin lebih merasakan sensasi Jepang? Jangan khawatir karena resort ini menyediakan penyewaan Yukata, yaitu jenis kimono pakaian khas Jepang. Dengan merogoh kocek sebesar Rp150.000/2 jam untuk perempuan, kalian sudah bisa menyewa yukata, bakiak, aksesoris (pita, obi, hiasan rambut, kipas). Sementara itu, untuk laki-laki harganya dibanderol sebesar Rp100.000. Namun, kabarnya kostum ini tidak tersedia banyak sehingga jika musim liburan dan banyak pengunjung, maka kemungkinan kita harus sabar menunggu antrian.

Jika kalian tidak cukup budget untuk menyewa yukata tidak jadi masalah kok! Karena suasana dan pemandangan di sini sangat indah untuk dinikmati. Selain itu, masih banyak spot untuk berfoto tanpa perlu menggunakan yukata karena sensasinya akan tetap sama. Pasti kalian tidak akan kehabisan gaya dan spot untuk diabadikan ke kamera. Apalagi terdapat The Onsen Garden yang cukup luas loh, yakni berupa hamparan taman hijau bergaya Jepang, bisa bersantai sambil menikmati pemandangan. Jangan lupakan juga berfoto di jembatan ikonik Jepang, yaitu “jembatan Shinkyo” yang melagenda itu. Bahkan di Jepang sana, jembatan shinkyo juga termasuk warisan budaya UNESCO loh! Nah, berfoto di replika jembatan shinkyo di sini menawarkan sensasi yang sama seolah sedang berada di Jepang karena mirip banget loh.


Menginap di Ryokan Khas Jepang

Jika kalian ingin menghabiskan waktu liburan di Kota Batu Malang, maka The Onsen Resort ini bisa jadi pilihan. Hal yang membuat penginapan ini berbeda dengan yang lainnya adalah dari konsepnya yang menawarkan sensasi berada di Jepang. Tempat ini memiliki 25 cottage dengan keunikannya berupa konsep desain rumah ryokan. Apa sih ryokan? Buat kalian yang sering menonton anime, kartun, dorama Jepang pasti sudah tidak asing lagi. Melansir dari Matcha ryokan merupakan penginapan tradisional Jepang berupa kamar dengan lantai tatami, kasur futon, dan dengan desain kayu yang khas. Kalau di Jepang, ryokan biasanya ditemui di tempat yang bersejarah dan memiliki onsen (pemandian air panas).

Hal yang unik juga di The onsen ini setiap cottage dinamakan sesuai dengan nama-nama kota di Jepang loh, seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, dan lain-lain. Setiap cottage memiliki tipe 2 kamar atau 3 kamar dengan tarif yang bervariasi. Semua cottage di sini menawarkan pemandangan rimbunnya pepohonan pinus dengan latar pengunungan. Hal ini membuatnya menjadi pilihan akomodasi yang ideal untuk menangkan pikiran dan tubuh.



Untuk tarif menginap permalam berkisar antara 2-3 juta atau cek di sini atau di aplikasi/situs booking lainnya. Setiap cottage telah dilengkapi fasilitas onsen pribadi loh. Kabarnya air onsen berasal dari pegunungan di sekitar Candi Songgoriti yang mengandung belerang dan kaya akan mineral. Oleh karena itu, menikmati onsen dipercaya akan bermanfaat untuk kesehatan kita, baik untuk kulit maupun hanya sekadar menghilangkan pegal-pegal.

Apakah jika ingin menikmati onsen harus menginap dulu? Tentu tidak, terdapat juga fasilitas onsen umum yang bisa dinikmati pengunjung tanpa harus menginap di sini. Terdapat dua kolam terpisah untuk pria dan wanita. Dengan tarif Rp100.000, kita sudah bisa menikmati sensasi onsen dengan pemandangan indah ala Jepang.

The Onsen menjadi salah satu pilihan akomodasi yang unik dan menawarkan konsep berbeda di Kota Batu. Selain itu, fasilitas yang ditawarkan pun beragam. Kita pun bisa ke sini tanpa menginap, hanya sekadar menikmati restoran atau onsen khas Jepang pun bisa. Bagaimana, apakah kalian tertarik mengunjungi The Onsen? Jangan ragu lagi menjadikan The Onsen pilihan akomodasi saat berlibur di Kota Batu. Untuk informasi lebih lanjut, bisa kepoin di sini. Bagikan pendapat kalian di kolom komentar ya 😊

 

Baca Selengkapnya

Sabtu, 06 Februari 2021

Taman Langit: Keindahan di atas Awan Kota Batu Malang

Halo sobat travel, apa kabar?

Meskipun liburan awal tahun sudah berlalu, tetapi tidak ada salahnya artikel ini akan mengulas tentang salah satu objek wisata yang terkenal di Kota Batu, Malang. Yup, berkunjung ke Malang kurang lengkap rasanya jika tidak menyambangi kota Batu, sebuah kota di sebelah barat laut Malang yang menghubungkan Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Nah, ada banyak sekali destinasi wisata yang ditawarkan di Kota Batu loh, maka tak heran jika Batu disebut sebagai “Kota Wisata”. Menjamurnya objek wisata di Kota Batu sejalan dengan fasilitas maupun sarana yang selalu diperbaiki dan dilengkapi oleh Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, tak heran jika banyak sekali wisatawan lokal maupun mancanegara yang terus mendatangi kota wisata ini. Salah satu objek wisata yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah Taman Langit.


Sedikit mengulas tentang geografi Malang, yakni daerah ini dikelilingi oleh pegunungan sehingga suhu di sini terbilang dingin dan memiliki panorama yang indah. Salah satu yang terkenal adalah Gunung Banyak yang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Nah, objek wisata Taman Langit terletak di Gunung Banyak. Selain Taman Langit, di sini juga ada beberapa objek wisata lain seperti Omah Kayu, Taman Kelinci, paralayang, dan masih banyak lagi.

Bagaimana cara ke sana dan berapa harga tiket masuknya?

Taman Langit terletak di jalan Gunung Banyak, Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Akses jalan menuju tempat ini terbilang mudah dijangkau, meskipun jalanannya menanjak, kurang bagus, dan agak sempit, tetapi masih bisa dilalui mobil roda empat dan motor. Meskipun begitu, kondisi jalanan ini menyebabkan laju kendaraan sedikit terhambat. Namun jangan khawatir, segala rintangan dapat dilalui dan akan terbalas dengan panorama yang menakjubkan di ketinggian nanti. Aku dan teman-temanku saat itu berangkat dari Kota Malang memesan mobil melalui aplikasi penyedia layanan transportasi karena kami berencana untuk mengunjungi beberapa objek wisata di Kota Batu sehingga lebih efektif, efisien, dan pastinya lebih hemat heheheh. Mungkin tips ini juga bisa dicoba oleh sobat travel yang berencana ke Kota Batu melalui Kota Malang.

Untuk harga tiket masuk ke Taman Langit sebesar Rp.10.000, belum termasuk parkir. Dengan harga segitu sobat travel akan puas menikmati panorama indah dan spot-spot menarik di Taman Langit. Selain itu, fasilitas yang ditawarkan di tempat ini pun cukup lengkap, dari mulai lahan parkir, mushola, toilet, tempat makan, dan lain-lain. Untuk jam buka, kalian bisa mendatangi objek wisata ini dari pagi sekitar pukul 07.00 sampai dengan malam hari. Saat itu, aku mengunjungi Taman Langit pada siang hari, mungkin akan berbeda jika kalian mengunjungi di malam hari karena pasti akan lebih indah lagi panoramanya dengan dihiasi lampu-lampu dan bintang-bintang di langit (jika cuaca cerah).

Ada Apa Saja di Taman Langit?

Pada dasarnya objek wisata ini menyuguhkan panorama indah di ketinggian dan cuaca yang sejuk dengan dibalut spot-spot menarik untuk berfoto. Pertama kali memasuki tempat ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan hijau nan asri berupa bunga-bunga yang tertata rapi, terdapat patung-patung yang terbuat dari kayu berbentuk hewan dan peri, dan masih banyak lagi. Berjalan-jalan menelusuri semua spot di sini sangat memuaskan dan mungkin kita akan berasa ada di negeri dongeng. Dengan banyaknya proporsi spot berbentuk peri-peri, mungkin memang benar konsepnya seperti dalam dunia peri sehingga pengunjung seolah dibawa menyusuri negeri dongeng. Sobat travel bisa puas mengambil banyak foto karena spot-spotnya banyak sekali dan juga unik-unik, yang pastinya instagramable dengan latar belakang pepohonan hijau nan menjulang serta lanskap berupa gugusan perbukitan. Kombinasi tersebut sanggup membuat wisatawan ingin berkunjung ke sini karena view-nya memang sangat cantik dan menakjubkan sekali.


Kabarnya pemandangan saat senja juga tak kalah indahnya loh dan bahkan banyak pengunjung yang datang menjelang petang hanya karena ingin melihat sunset-nya yang katanya sangat menawan. Pastinya juga saat malam hari suasana di sini lebih romantis lagi nih kayaknya karena kan pasti tempat ini akan dihiasi lampu-lampu taman warna-warni. Ditambah lagi jika cuaca sedang cerah akan terlihat pendar bintang-bintang di langit malam. Apalagi melihat pemandangan Kota Batu dari ketinggian. Wah ngebayanginnya aja udah keren banget ya apalagi datang langsung, buruan deh cobain dan buktikan! 😆

Oiya tepat di sebelah Taman Langit juga terdapat objek wisata lain, yang bernama Omah Kayu. Ini masih satu lokasi kok, hanya saja jika kita ingin ke Omah Kayu maka kita harus membayar tiket masuk lagi sebesar Rp.10.000 alias sama saja. Sebenarnya, Omah Kayu dan Taman Langit kurang lebih sama isinya. Mungkin yang membedakan adalah konsepnya. Kalau Taman Langit mungkin berkonsep seperti dunia peri, maka Omah Kayu lebih pada menyajikan beberapa rumah pohon yang bisa digunakan untuk bersantai, mengambil foto, dan disewakan juga untuk menginap yang pasti harganya juga berbeda. Sobat travel yang ingin merasakan sensasi menginap di atas ketinggian dengan dikelilingi hutan pinus bisa mencobanya di sini. Pasti akan nyaman dan seru karena fasilitasnya pun sudah lengkap.

Puas berjalan-jalan menelusuri Taman Langit bak negeri dongeng, kita juga bisa menyambangi arena paralayang yang ada di sebelah Taman Langit. Ini masih satu lokasi kok, jadi kita tidak perlu berjalan jauh. Menurut informasi, tidak setiap hari ada paralayang karena biasanya tergantung cuaca. Kita cukup beruntung saat itu karena bisa melihat langsung orang-orang yang sedang olahraga paralayang, seru sekali loh! Pengunjung juga bisa memacu adrenalin dengan paralayang ini loh. Namun, saat itu aku dan teman-temanku hanya menonton saja heheheh tapi tetap seru. Selain itu, kita juga bisa bersantai menikmati pemandangan Kota Batu dari atas Gunung Banyak ini. Rasanya menakjubkan sekali, ditambah lagi udara di sini sangat sejuk hmmm sungguh puas memilih Taman Langit menjadi destinasi yang kami kunjungi saat itu. Buat sobat travel yang berencana ke Kota Batu, jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat ini. Hijaunya pemandangan dan sejuknya udara sanggup memberikan kedamaian sejenak bagi kita. Bagaimana? Apakah penasaran dan ingin segera ke sana? Coba komen di bawah yaaaa 😊



Baca Selengkapnya