Minggu, 11 April 2021

Pentingnya Memilih Produk Skincare Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial

Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya 😊 

Kali ini aku mau nulis tentang konten acara #LestarikanCantikmu online blogger gathering yang diselenggarakan pada hari Jumat, 09 April 2021. Eits tunggu… ini acara apa sih? Kalian pasti tahu kan kemarin aku ikutan kompetisi blog #LestarikanCantikmu yang ini nih  tulisanku. Acara tersebut diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network, Kabupaten Lestari, dan Madani Berkelanjutan. Nah, Alhamdulillah aku menjadi salah satu yang terpilih buat ikut Online Gathering tersebut.

Di acara online blogger gathering ini, selain mengumumkan pemenang kompetisi blog #LestarikanCantikmu, juga menghadirkan pembicara yang keren-keren. Siapa aja sih emang pembicaranya? Yang pertama ada kak Danang Wisnu yang merupakan seorang skincare creator yang vokal membahas bahan baku kosmetik yang ramah lingkungan. Yang kedua ada kak Gita Syahrani yang merupakan kepala sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Yang terakhir ada Mbak Christine, perwakilan dari Segara Naturals, pegiat produk beauty and wellness yang memanfaatkan komoditas lokal Indonesia sebagai bahan baku utama. Acara ini tambah seru lagi karena dipandu oleh kak Fransika Soraya yang tentu saja membagikan seputar sustainable beauty and wellness.

Acara dibuka dengan games tebak kata yang membuat suasana jadi cair dan seru.  Tentunya games-nya juga masih berhubungan dengan tema acara ini, yaitu hubungan kecantikan dengan alam. Kemudian dilanjut dengan pemutaran video dari LTKL tentang pendapat 17 orang berusia 21 – 30 tahun yang berdomisili di Jakarta terhadap produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Ternyata tren penggunaan dan pembelian produk berbasis alam kian meningkat, termasuk di sektor kecantikan. Salah satu pemicunya adalah kondisi lingkungan saat ini yang memprihatinkan (Amberg dan Fogarassy, 2019). Dalam video ini juga dijelaskan bahwa suatu produk disebut ramah lingkungan dan ramah sosial jika keseluruhan proses produksinya, mulai dari pengambilan bahan baku, formulasi, konsumsi, daur ulang kemasan hingga sistem pembuangan sampah mengikuti prinsip ramah lingkungan dan ramah sosial.

“Produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial dapat menyejahterakan masyarakat, menjaga lingkungan, dan membantu pembangunan ekonomi negara.” (Tolnay, dkk., 2018).

Berikut merupakan kesimpulan talk session dari ketiga pembicara

Kak Danang Wisnu: Pentingnya Mengetahui Bahan Baku Produk Skincare yang Kita Pakai

Perbincangan pertama dibuka oleh kak Danang Wisnu, bahwa kita penting memperhatikan bahan baku dalam produk skincare. Pada dasarnya karena saat kita memilih untuk memakai suatu produk skincare, maka seharusnya kita sudah tahu apa tujuannya. Oleh karena itu sebelum memilih produknya, maka kita harus mengetahui dan mengerti bahan-bahan dalam produk skincare tersebut sehingga dapat memberikan hasil yang efektif dan mengetahui cara kerjanya. Kita sebagai konsumen harus cerdas dalam mengetahui kandungan produk skincare yang kita pilih agar bisa mengerti cara kerjanya di tubuh kita dan memberikan hasil yang sesuai ekspektasi.


Kemudian, kak Danang juga menjelaskan bahwa ada kaitan antara bahan baku yang ramah lingkungan dengan kesehatan kulit kita. Bahan baku skincare yang aman itu standarnya sudah bersertifikasi BPOM. Sebagai konsumen kita harus jeli dan teliti. Bahwa memperhatikan bahan skincare yang kita pakai itu penting banget, jangan sampai hanya tergiur iklan dan iming-iming belaka. Bahan baku yang ramah lingkungan itu sangat berkaitan dengan kesehatan kulit. Dewasa ini, sudah mulai ada tren dan ketertarikan untuk memilih produk skincare dan kecantikan yang ramah lingkungan.

“Pakai skincare itu harus bikin kita senang, pake make up itu harus bikin kita bahagia. Ketika produk yang kita pakai itu diproses dengan bagus, dari sumber yang bagus, bahkan kita bisa saling menolong sesama, maka hal itu semakin membuat kita bahagia.” Danang Wisnu – Skincare content creator C Channel Class Vol.5 “Be an expert for your skin” (5 Desember 2020). 

Kak Gita Syahrani: Brand Kecantikan Harus Bercerita Tentang Komoditas yang Mereka Pakai

Saat ini sudah ada kesadaran konsumen memilih produk skincare yang ramah lingkungan. Studi konsumen dari LTKL, Madani, dan C. Channel tentang pertimbangan konsumen saat membeli produk kecantikan itu ada beberapa hal, yaitu kualitas produk, harga produk sesuai budget, bahan dalam produk, kemasan dan promosi, sertifikasi halal, dan review dari influencer. Dari enam hal tersebut, banyak yang peduli terhadap bahan dalam produk skincare. Apa yang membuat mereka peduli dan sadar? Ternyata ada concern besar terkait polusi dan bagaimana produk yang mereka pilih akan memperparah polusi, bagaimana dari produk itu dibuat sampai dikemas itu seperti apa.



Ada tiga aspek utama produk ramah lingkungan dan ramah sosial, yaitu menjaga fungsi alam tanpa bencana (menjaga ekosistem), petani/pekebun/pekerja sejahtera, energi dan limbah produksi terjaga. Beberapa potensi komoditas ramah lingkungan dan ramah sosial di Indonesia, di antaranya adalah beras, nanas, tengkawang, bunga telang, asam maram, kunyit, ekstrak albumin ikan gabus, kelapa sawit, kopi, cokelat, lidah buaya, pegagan, madu, coconut oil. Komoditas lokal itu tidak serta merta ramah lingkungan dan ramah sosial karena kita juga harus melihat aspek produksinya dari awal, ditanamnya seperti apa, siapa saja yang terlibat, apakah petaninya sejahtera, apakah menggunakan praktik pertanian yang baik, apakah UMKM-nya mendapat harga yang layak atau tidak. Kemudian apakah saat diproduksi, produknya bisa mempertanggungjawabkan energi dan limbah yang dihasilkan.

6 langkah yang bisa kita lakukan: baca label, kenali bahan, pahami komoditas asal, apa dampaknya?, pilih yang lestari, berbagi cerita kamu!

Yang berarti: baca dulu labelnya, kenali apa aja sih bahannya, komoditasnya apa sih yang terlibat, apa dampaknya sih komoditasnya itu (riset dulu), pilih aja yang lestari, dan berbagilah tentang pengalamanmu memilih produk tersebut.

Pilihlah produk yang “bercerita”, dari mana produk berasal, dibeli dari mana, bagaimana cara komoditas diproses. Semakin brand bercerita, semakin membuat konsumen lebih gampang dan paham.

Salah satu komoditas lokal yang ramah lingkungan adalah kelapa sawit. Kalau kelapa sawit yang sustainable itu ada standar RSPO-nya dan ISPO, tapi tidak semua label mencantumkannya! Jadi sebaiknya brand harus bercerita nih! Konsumen akan lebih senang karena bisa lebih paham apa saja kandungannya. Kalau pun tidak ada label standarnya, cari saja brand yang bercerita biar kita yakin sama kandungannya. Brand harus berinovasi dan punya semangat memberitahu pada konsumen tentang komoditas apa dalam produknya sehingga menjadi brand yang bagus, bukan hanya untuk tubuh kita, tetapi juga untuk jiwa kita.



Mbak Christine: Segara Naturals sebagai Pilihan Produk Skincare yang Memanfaatkan Komoditas Lokal Indonesia

Segara Naturals merupakan pegiat produk beauty and wellness mengusung produk yang ramah lingkungan. Berawal dari kegelisahan Mbak Christine melihat indahnya Indonesia, tetapi hutannya banyak yang gundul dan lautnya banyak mengandung sampah. Mbak Christine mencari solusi agar gampang bertraveling tanpa merusak alam dan menyumbang sampah ke lingkungan. Oleh karena itu, ia mulai menciptakan produk Segara Naturals yang mencoba memberikan solusi atas masalah ini sehingga diharapkan produknya bisa ramah lingkungan. Mbak Christine memandang bahwa kita sebagai konsumen banyak sekali dibombardir oleh informasi. Oleh karena itu, kita sebagai konsumen harus bisa mengedukasi diri kita sendiri.



Segara Naturals juga memanfaatkan komoditas lokal yang ramah lingkungan dalam formulasi produk-produknya. Mbak Christine melihat bahwa Indonesia punya banyak potensi komoditas lokal untuk dimanfaatkan dalam produk kecantikan. Ramah lingkungan dalam hal ini proses dari hulu ke hilir harus transparan tanpa merusak alam. Singkatnya, Segara memiliki prinsip kesinambungan hulu – hilir karena mengingat jumlah sampah plastik dari industri kecantikan mencapai 120 miliar.  Segara Naturals juga meminimalisir zero waste yang terlihat dari kemasannya yang dirancang menggunakan bahan kaleng aluminium. Segara menghitung berapa besar sampah yang mereka hasilkan dan berapa yang bisa didaur ulang. Dalam hal bahan baku pun mereka menjelaskan sejelas mungkin sehingga diharapkan konsumen bisa memahami apa saja komoditas yang mereka pakai dalam produknya. Hal ini terlihat di label produknya yang “bercerita”. Secara singkat, Segara Naturals mengusung konsep minim sampah, anti tumpah, kulit sehat alami.

Nah, itulah ilmu yang aku dapatkan dari online blogger gathering #LestarikanCantikmu. Kalau boleh aku simpulkan, kita sebagai konsumen harus bisa mengedukasi diri sendiri sebelum memilih produk skincare yang kita pakai. Produk skincare yang ramah sosial dan ramah lingkungan itu adalah yang menggunakan komoditas lokal berkelanjutan dan mempertimbangkan aspek sosial dari mulai proses produksinya hingga menjadi produk siap pakai (dari hulu ke hilir). Indonesia menawarkan beragam komoditas lokal yang bisa dimanfaatkan oleh industri kecantikan. Nah, kita tinggal memilih produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Ketika kita bisa memilih produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial, maka kita pun telah berkontribusi melindungi bumi dan menyejahterakan masyarakat. Lingkungan pun akan terjaga, dengan begitu masyarakat pun ikut sejahtera.

Aku senang sekali bisa mengikuti acara ini karena banyak hal baru yang bisa aku pelajari dan bisa aku tulis di sini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisanku. Semoga informasi ini bisa berguna buat kalian semua dan aku akan terus membagikan hal baik yang kudapatkan melalui tulisanku. Semoga kalian suka ya, au revoir! 😊




6 komentar:

  1. Waww,..Kaka keren.. tulisannya membuka wawasan baru saya.. terimakasih SDH berbagi pengalaman nya kak πŸ€—

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Rini, terima kasih ya udah meluangkan waktu buat baca πŸ€— semoga bermanfaat ya 😊

      Hapus
  2. Wahhh gathering sama pakde Danang 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betulll πŸ˜† Terima kasih kawan sudah membacaπŸ˜†

      Hapus
  3. Mau cantik ngga boleh egois ya harus perhatikan lingkungan juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali kak 😊 terima kasih sudah membaca 😊

      Hapus