Sabtu, 26 Maret 2022

3 Hal Sederhana untuk Menjaga Bumi

Hai, apa kabar? 😊

Semoga sehat selalu ya dan tetap mencintai bumi dan menjaga hutan.

Berbicara tentang hutan, kamu sudah tahu belum kalau setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai hari hutan sedunia?



Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga hutan. Kontribusi apapun itu, sekecil apapun bentuknya, itu tetap bermakna. Nah di tulisan kali ini, aku mau membagikan hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi dan hutan dari teriknya pemanasan global. Tentu saja hal yang aku lakukan berdasarkan pengalamanku selama ini. Oiya, aku menulis ini sebagai kontribusiku membagikan ke teman-teman dalam mengikuti challenge Team up for Impact. Aku memilih challenge “Tidak membeli makanan dan minuman dalam kemasan” dan “Tidak menghasilkan sampah makanan”. Simak tulisanku sampai habis ya untuk mengetahui apa saja yang aku lakukan!


1. Memakai tumbler

Air minum merupakan kebutuhan primer yang harus kita penuhi, terlebih ada anjuran untuk minum kurang lebih 8 gelas air setiap hari agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Ketika kita harus beraktivitas di luar rumah, tak jarang harus membeli air minum dalam kemasan. Namun jika membeli air minum dalam kemasan, maka kita sama saja berkontribusi dalam menyumbang bertambahnya sampah plastik dari botol yang tidak bisa diurai dan hanya mencemari lingkungan. Tumbler adalah solusi untuk mengatasinya. Bawalah tumbler ketika kamu harus keluar rumah agar terhindar dari dehidrasi dan bantu menyelamatkan bumi.



Selain untuk minum air mineral, kamu juga bisa menggunakan tumbler untuk minuman lainnya, seperti teh, kopi, maupun jus. Aku menggunakan tumbler berukuran 750 ml atau 1 liter untuk air mineral. Aku juga menggunakan insulated tumbler yang merupakan tempat minum stainless steel dengan bagian dalam insulated wall yang berfungsi untuk menyimpan air panas dan dingin dalam waktu yang lama. Ketika ingin membeli minuman di kedai kopi atau teh/coklat, aku menggunakan insulated tumbler agar minuman tahan lama dingin maupun panasnya dan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan oleh kedai kopi. Banyak brand F & B yang kini aware terhadap isu lingkungan dan seringkali memberikan discount tertentu untuk konsumen yang membawa tumbler sendiri, sehingga menikmati minuman favorit kita sambil menjaga bumi menjadi hal yang menarik untuk dicoba. Tumbler dapat digunakan berkali-kali, praktis, dan dengan menggunakannya maka kita berkontribusi dalam menyelamatkan pohon dan mengurangi limbah lingkungan. Pasalnya paper cup yang sering dipakai kedai kopi terbuat dari karton yang setiap tahunnya membutuhkan 100 ribu pohon setiap tahunnya. Sementara itu, di Indonesia, menurut data statistik persampahan domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 5.4 juta ton per tahun.

Jadi, yuk gunakan tumbler setiap hari! Selain menjaga kesehatan, juga untuk menghemat pengeluaran dan menjaga bumi.


2. Bawa totebag ke mana pun pergi

Yuk mulai diet kantong plastik! Ayo belajar untuk menghilangkan ketergantungan pada plastik. Kenapa harus begitu? Menyambung dari poin pertama, selain sampah plastik sulit terurai (dibutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun) juga ternyata plastik mengandung metana dan etilena yang merupakan senyawa berbahaya. Kedua senyawa tersebut berkontribusi dalam menyumbang pemanasan global, karena menghasilkan gas rumah kaca yang berbahaya.

Aku pernah punya pengalaman ketika berbelanja di warung dekat tempat tinggalku dan aku membawa totebag untuk wadah barang belanjaan yang aku beli. Kemudian sang pemilik warung berkata,”nggak mau pakai kantong plastik aja kak? Gratis loh!”

Aku paham bahwa sang pemilik warung belum terbiasa dengan kebiasaan pelanggannya yang lebih sering memakai kantong plastik dan akhirnya ketika ada satu pembelinya yang tiba-tiba membawa kantong belanjaan sendiri, maka merupakan anomali. Namun setelah aku lebih sering berbelanja di situ dan membawa totebag sendiri, maka sang pemilik warung pun sudah terbiasa. Selain itu, aku juga sering membawa totebag yang bisa dilipat ke dalam tas just in case aku harus berbelanja atau membawa apapun itu. Sampai temanku sudah hafal dengan kebiasanku ini yang semoga bisa menginspirasi mereka.



Bukan hanya pada kantong plastik saja, tetapi produk turunannya juga. Misalnya mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel dan peralatan makan sekali pakai dengan peralatan makan yang bisa dipakai berkali-kali.

Jadi, yuk mulai menggunakan kantong belanjaan sendiri! Mari mulai saja dulu kebiasaan kecil yang akan berdampak besar untuk lingkungan.


3. Membawa kotak makan sendiri

Dalam rangka tidak membeli makanan dan minuman dalam kemasan, aku pun membawa bekal kotak makanan ketika keluar rumah. Sebenarnya aku juga lebih sering membawa bekal sendiri sejak sekolah dulu, tentunya alasan utamanya agar lebih hemat dan lebih sehat. Memasak makanan sendiri untuk makan siang memiliki banyak manfaat lainnya selain untuk mengurangi sampah. Misalnya, kita jadi lebih bersemangat untuk bangun lebih pagi untuk menyiapkan bekal, kita juga punya banyak pilihan menu yang lebih sehat dan higienis, dan tentunya besarnya peluang terhindar dari virus dan bakteri yang terdapat pada kemasan makanan atau minuman yang di jual di pasaran.



Aku juga menyiapkan makanan ringan sendiri, seperti salad buah dan roti dengan selai dari Jungle Gold yang merupakan produk cokelat plant-based yang mendukung petani lokal. Selain itu, aku suka produk ini karena ini merupakan produk berkelanjutan, kemasannya bercerita, dan mendukung petani lokal.

Dan yang paling penting adalah kita harus menghabiskan makanan kita ya! Katakan tidak pada food waste. Kenapa begitu? Karena di balik makanan yang kita konsumsi terdapat proses yang panjang, dari mulai penanaman – proses produksi – pengolahan – distribusi – konsumsi – pengolahan sisa organik yang memiliki dampak pada lingkungan, yaitu carbon footprint. Menurut The Economist Intelligence Unit, sepertiga dari seluruh makanan di dunia (1,3 juta ton makanan) terbuang sia-sia. Kemudian, setiap orang di Indonesia ternyata menghasilkan 300 kg sampah makanan setiap per tahunnya. Banyak sekali bukan?

Jadi, yuk mulai membawa tempat makan sendiri, membawa bekal, dan jangan menyisakan makanan kita. Bijak dalam mengonsumsi makanan guna mengurangi dampak krisis iklim.

 

Nah itu dia 3 hal sederhana yang aku lakukan dalam rangka challenge team up for action. Aku menyadari bahwa ini merupakan aksi kecil yang bisa aku lakukan untuk bumi. Namun pada dasarnya, tidak ada aksi yang terlalu kecil untuk bumi. Sesederhana apa pun, apabila dilakukan secara bersama-sama sebagai satu tim, maka akan membawa dampak yang besar. Yuk ikutan juga beraksi di Team up for impact  di link berikut https://teamupforimpact.org/

Salam generasi lestari! πŸ’š

20 komentar:

  1. Setuju banget, poin yg nomor 3 memang susah ya menghindari food waste tapi tetap harus berusaha, misalnya kalo lagi makan di resto terus nggak habis minta tolong dibungkus aja buat take away makan di rumah. Anyway thanks for sharing! ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, harus bijak dalam mengonsumsi makanan 😊
      Terima kasih juga sudah membaca πŸ’š

      Hapus
  2. Thank you for sharing, jadi pengen ikutan challenge nya deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk bang ikutan bang di sini ya https://teamupforimpact.org/ πŸ‘πŸ˜Š

      Hapus
  3. Melakukan kebiasaan sederhana untuk menjaga Bumi memang terlihat 'ribet', tapi yuk lakukan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pernyataan kamu Andhea, tapi yuk coba lakukan aksi kecil secara kontinyu πŸ˜ŠπŸ’š

      Hapus
  4. Waaah menginspirasi sekali kak, bisa jadi self reminder buat aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah membaca kak πŸ’š self reminder buat aku juga untuk selalu menjaga bumi dengan hal sederhana πŸ₯°

      Hapus
  5. Kerennn,bagus banget tulisannya related

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah 😍 terima kasih sudah membaca πŸ’š

      Hapus
  6. Wahh iya kak, harus jaga bumi di mulai dari diri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak 😊 terima kasih sudah membaca πŸ’š

      Hapus
  7. Setuju kak dengan tulisan nya.
    Kita sebagai mahkluk yang tinggal bdi bumi harusnya berterimakasih dan care dengan bumi πŸ₯°

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju πŸ₯° terima kasih sudah membacaπŸ’š

      Hapus
  8. terimakasih penulis atas remindernya, sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah membaca, sehat selalu jugaπŸ’šπŸ₯°

      Hapus
  9. Kak, aku hampir selalu melakukan apa yang kakak sarankan diatas, tapi alasan utamanya karena aku "hemat", berarti aku terhitung pecinta lingkungan atau engga?
    πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak, aku juga awalnya alasannya karena hemat kak πŸ˜… tapi ternyata selain hemat juga bisa menjaga bumi tanpa disadari 😊 jadi hemat sambil menjaga bumi ternyata mudah ya dengan dimulai dari hal kecilπŸ’š

      Hapus
  10. Agree bangeeettt
    Rada akward kadang sih tp gapapa, kadang kita harus bodoamat sama penilaian orang saat kita lagi memperjuangkan value yg kita pegang (selagi itu bener).
    Btw aku ada cerita dikit, selama 1 tahun aku kerja di Solo, aku selalu bawa lunch box kosong. Gunanya buat ngebungkus makanan dr warung waktu maksi �� kantong plastiknya bawa sendiri. Cuman punya 1-3 kantong plastik andalan di kantor. Dipake buat mlastikin lunch box dr warung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah kak Arum, thanks for sharing πŸ₯Ί seneng banget ada yang sepemikiran & punya value yang sama πŸ™ŒπŸ˜†
      Wah sama banget kak, aku pun punya lunch box kosong stok untuk kalo wadah jajan kak, jadi ga perlu lagi pake kemasan Styrofoam deh, lebih ramah lingkungan dan diet plastik. Semoga aja hal sederhana ini bisa menginspirasi orang di sekitar kita ya kak dan semoga semakin banyak orang yang aware sama isu ini πŸ˜‡
      Semangat kak πŸ™ŒπŸ˜Š

      Hapus