Minggu, 17 April 2022

Cara Menjaga Keanekaragaman Hayati dari Ancaman Perubahan Iklim

Apakah kamu setuju dengan pernyataan bahwa alam adalah healer terbaik? Kalau aku setuju! Aku menyadarinya saat beberapa waktu yang lalu ke Kebun Raya Bogor. Rimbunnya pepohonan, berbagai jenis tanaman, suara kicauan burung, dan udara yang sangat segar adalah deskripsi Kebun Raya Bogor. Pasti kalian sudah nggak asing dong sama Kebun Raya Bogor yang merupakan kebun raya tertua di Indonesia dan bahkan se-Asia Tenggara. Aku juga menyadari bahwa Kebun Raya Bogor menyimpan berbagai keanekaragaman hayati di Indonesia. Pasalnya di sini  kita bisa menjumpai berbagai macam tanaman, binatang, dan berbagai ekosistem. Dengan begitu, Kebun Raya Bogor memainkan peranan penting dalam kelestarian keanekaragaman hayati karena menjadi habitat bagi sejumlah flora dan fauna yang membentuk sebuah ekosistem yang saling bergantung dan mendukung.






Berbicara tentang keanekaragaman hayati, kemarin (14/04/2022) aku mengikuti Online Gathering Eco Blogger Squad bersama Yayasan Kehati dengan topik “Keanekaragaman Hayati di Indonesia”. Aku excited sekali karena di online gathering kali ini membahas hal baru. Menghadirkan pembicara expert di bidangnya, yaitu ibu Rika Anggraini selaku Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati yang menjelaskan materi tentang keanekaragaman hayati yang mudah dimengerti dan “daging” sekali. 


Sebelumnya, kamu sudah pernah dengar tentang keanekaragaman hayati belum? Pastinya sudah dong ya, karena istilah ini bukan istilah baru dan kita sudah pernah mempelajarinya di bangku sekolah saat pelajaran ilmu pengetahuan alam atau biologi. Menurut Yayasan Kehati, keanekaragaman hayati adalah berbagai bentuk kehidupan di semua tingkat biologis (ekosistem, spesies, genetik, molekul, organisme, populasi). Fun fact tentang keanekaragaman hayati bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan biodiversitas kedua di dunia setelah Brazil, loh. Wilayah Indonesia hanya menempati 1.3% wilayah daratan bumi, tetapi mempunyai 17% dari seluruh jumlah spesies dunia, loh!


Alasan Mengapa Kita Harus Memahami Keanekaragaman Hayati

Lalu, mengapa kita harus memahami tentang keanekaragaman hayati? Setiap makhluk diciptakan berbeda-beda, sehingga disebut diversity. Termasuk kita sebagai manusia pun diciptakan berbeda-beda, ada yang ras capoid, negroid, caucasoid, americoid, mongoloid, dan australoid. Begitu juga buah-buahan dan binatang. Ada yang berbeda karena spesiesnya, misalnya hewan penyu memiliki spesies penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan lain-lain. Ada juga berbeda karena genetiknya, misalnya buah mangga memiliki aneka varietas mangga golek, harum manis, manalagi, dan lain-lain.  Setiap makhluk diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu, sehingga jika satu ada yang menghilang maka sistem kehidupan akan terganggu. Oleh karena itu, kita harus bisa mempertahankan keseimbangannya dan melestarikannya. Misalnya keanekaragaman ekosistem hutan yang tiba-tiba dirusak atau mengalami deforestasi atau alih fungsi lahan, maka tidak akan bisa lagi adanya keanekaragaman. 






Keanekaragaman hayati merupakan penunjang kehidupan di bumi ini karena dari mulai ekosistem, biosfer, organisme akan saling timbal balik. Bagi lingkungan hidup, keanekaragaman hayati berfungsi untuk menyediakan sumber air, menjaga kesuburan tanah, menyerap karbon untuk stabilitas iklim, menyerap polusi udara, memelihara kelestarian ekosistem, dan menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan alam. Keanekaragaman hayati yang bisa kita temukan di Kebun Raya Bogor merupakan salah satu manfaat yang bisa kita rasakan, yaitu sebagai penyedia rekreasi, penyedia udara bersih bagi kita, sumber penelitian, dan penunjang kehidupan lainnya. Dengan begitu, kita bisa melihat bahwa keanekaragaman hayati memiliki manfaat dari mulai segi lingkungan hidup, ekonomi, hingga sosial.


Ancaman Perubahan Iklim Bagi Keanekaragaman Hayati

Namun, keanekaragaman hayati juga terancam terganggu karena perubahan iklim. Perubahan iklim akibat dari pemanasan global yang terjadi secara perlahan-lahan tapi pasti telah berdampak pada keanekaragaman hayati. Perubahan suhu global mempengaruhi keanekaragaman hayati dengan dampak dan skala kerusakan yang beragam, baik terhadap gen, jenis, komunitas, dan ekosistem (Permesan, 2006; Bellard dkk., 2012). Hal ini tak lepas dari peran dan aktivitas manusia di bidang industri, transportasi, dan ekonomi yang menghasilkan gas karbon pencemar udara (gas rumah kaca). Ditambah lagi masifnya deforestasi dan degradasi hutan yang kian tak terkendali. Pemanasan global juga menyebabkan cuaca sulit diprediksi, sehingga berpengaruh pada kekeringan dan banjir yang mempengaruhi produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan kebakaran hutan.





Apa yang Bisa Kita Lakukan

Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati agar bumi tetap lestari

  1. Perlunya kesadaran akan pentingnya kelestarian keanekaragaman hayati sejak dini → misalnya dengan pergi ke Kebun Raya untuk mengenali keanekaragaman flora dan fauna 

  2. Mengubah gaya hidup → mengonsumsi pangan lokal, menerapkan eco living

  3. Menjadi agent of change  untuk menumbuhkan awareness masyarakat agar lebih peduli lingkungan → semoga dengan tulisan ini akan semakin banyak yang sadar ya teman-teman


Nah itu dia pembahasan tentang keanekaragaman hayati, bagaimana apakah ada hal baru yang bisa kamu pelajari? 😊

Semoga bermanfaat ya dan salam generasi lestari! 💚




4 komentar:

  1. Setuju banget alam itu healer terbaik, jadi harus dijaga keanekaragaman hayatinya karena ngga mau kehilangan/rusaknya healer terbaik. Yuk kita gaya hidupnya yg aman juga untuk alam.

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat sekali, thanks yaaa 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kak, terima kasih juga sudah membaca 🥰

      Hapus