Senin, 18 April 2022

Content writer atau Copywriter? Apa Bedanya?

Di era digital saat ini, profesi menulis bukan hanya sebatas penulis buku saja. Terminologi “penulis” pun memiliki perluasan jenis, dari mulai content writer, copywriter, ux writer. Profesi “penulis” pun semakin menjanjikan di era digital saat ini dan tak jarang banyak orang yang belum paham apa bedanya antar satu writer dengan writer lainnya, karena dianggap sama-sama menulis. Nah, buat kamu yang punya hobi menulis dan ingin terjun menjadi penulis di era digital, maka aku akan menceritakan di tulisan ini tentang profesiku. Dalam hal ini aku akan membahas perbedaan antara content writer dan copywriter yang belum banyak orang pahami. Simak sampai habis ya!




  1. Tugas utama menulis 

Dari segi makna keduanya memang berbeda, yaitu content writer adalah proses perencanaan, penulisan, dan pengeditan konten web, biasanya untuk tujuan digital marketing. Sementara itu, copywriter adalah Kegiatan menulis teks pemasaran atau iklan yang bertujuan untuk membujuk target konsumen agar melakukan tindakan yang sesuai dengan goals yang ingin dicapai. Dari definisi tersebut, kita bisa melihat bahwa meskipun sama-sama menulis, tetapi tetap ada perbedaan dari segi tugasnya. Seorang content writer bertugas untuk menulis informasi dalam bentuk artikel. Sementara itu, copywriter bertugas untuk menulis copy untuk brand atau iklan.


  1. Tujuan utama menulis

Seorang content writer menghasilkan tulisan artikel yang diterbitkan di situs web. Bentuk artikelnya bermacam-macam, misalnya edukatif, informatif, persuasif, dan sebagainya. Dari sini kita bisa melihat bahwa tujuan utama bagi seorang content writer adalah untuk mengedukasi dan menghibur pembaca. Sementara itu seorang copywriter menghasilkan tulisan berupa copy untuk iklan bagi sebuah brand, sehingga tujuan utamanya adalah untuk mempersuasi audiens untuk berpotensi menjadi target konsumen bagi si brand tersebut. 


  1. Kemampuan yang harus dimiliki

Kedua profesi ini, baik content writer maupun copywriter sama-sama membutuhkan kemampuan dasar menulis. Di antara kemampuan yang harus dimiliki oleh kedua profesi ini adalah kemampuan berbahasa (kosakata, tata bahasa, tanda baca), menulis yang efektif, menulis dengan empati, story telling, proofreading, dan masih banyak lagi. Namun, bagi seorang copywriter hal yang perlu digaris bawahi adalah Semua orang mungkin bisa menulis, tetapi tidak semua orang bisa menulis dengan menarik, apalagi sampai bisa mempengaruhi target konsumen untuk membeli produk yang kita iklankan. Sementara itu, seorang content writer juga harus bisa memiliki kemampuan SEO yang baik.


  1. Media yang digunakan

Seperti yang disinggung di poin sebelumnya bahwa seorang content writer menghasilkan tulisan berupa artikel. Hal ini membuat media yang digunakan untuk mempublikasikan tulisan adalah sebuah website atau blog. Untuk profesi copywriter, media yang digunakan adalah beragam. Misalnya media sosial, poster, billboard, banner, dan sejenisnya. 


  1. Gaya penulisan

Gaya penulisan antara content writer dan copywriter pun tentu berbeda. Seorang content writer harus memiliki gaya penulisan yang detail dan panjang karena hasilnya berupa artikel, serta sesuai dengan kaida 5 W+1 H. Sebaliknya, seorang copywriter memiliki gaya penulisan yang biasanya lebih pendek dengan ciri khas slogan, headline, dan tagline. Selain itu, copywriting memiliki beberapa formula tulisan, seperti AIDA, PAS, FAB, dan masih banyak lagi.


Nah, itu dia lima perbedaan antara content writer dan copywriter. Walaupun sama-sama menulis, tetapi ternyata banyak sekali perbedaannya. Namun, keduanya sama-sama memiliki kemampuan menulis, kreativitas, berwawasan luas, dan mampu untuk merangkai kata agar mudah dibaca. Kalau kamu lebih memilih jadi content writer atau copywriter?


2 komentar:

  1. makasih sharingnya mbak, jadi makin paham bedanya content writer dan copy writer

    BalasHapus